oleh Fachruddin
Kamis 12 Desember 2013 PWRI Kota Bandar lampung menyelenggarakan pelatihan bagi para anggotanya. Terkumpul anggota sekitar 150 0rang lebih dalam acara itu untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan atas dukungan dana APBD Kota Bandar Lampung, BPPLH Kota bandar lampung serta Dinas Kesehatan berkenan menyampaikan materi yang disajikan kepada para peserta. Acara ini memang telah berjalan beberapa tahun ini.
Memang para anggota PWRI membutuhkan pelatihan atau tambahan keterampilan, baik menyangkut masalah hak mereka, peluang partisipasi, serta pengembangan profesional. Karena kebutuhan para anggota PWRI itu memiliki macamragamnya. Ada anggota PWRI yang begitu masuk usia pensiun langsung bergelut dengan berbagai penyakit, ada yang hanya butuh teman sebaya, ada yang ingin beribadah sekhusyuk mungkin Ia sadar bahwa pada saat aktif dahulu ibadah khusyuk itu sulit untuk dilaksanakannya, ada yang justeru ingin berbisnis, untuk memanfaatkan tabungannya yang cukup lumaian. Ada yang memasuki masa pensiunan langsung berhadapan dengan persoalan keuangan lantaran lalai menata keuangannya sebelum pensiun.
Diantara kelompok kelompok itu tentu yang paling memperihatinkan adalah kelompok yang begitu masuk usia pensiun langsung berhadapan dengan situasi yang paling menakutkan, yaitu kelompok yeng langsung berhadapan dengan persoalan keuangan. Pensiun baginya adalah merupakan malapetaka. Serta merta secara sontak penghasilan langsung drop diusia pensiun, apalagi bila sejak semula isteri tidak bekerja, dan akan lebih parah lagi manakala dalam situasi seperti itu kesehatanpun mulai tertaganggu.
Biasanya yang mengalami seperti itu langsung putus komunikasi dengan para sahabat seusia, ada perasaan minder dan ciut hantinya untuk saling berkomunikasi. Betapa mulianya bila pengurus PWRI berkenan mengamati dan mencari cari para anggota yang bernasib demikian, serta berusaha memberikan jalan keluar baginya.
Kita perlu memikirkan pelatihan pelatihan semacam apakah yang selayaknya diberikan kepada mereka yang secara kebetulan mengalami nasib seperti itu. Dan kita patut menduga bahwa jumlah mereka tidaklah sedikit, dan untuk mencarinya cukup sulit karena besar kemungkinan kita kehilangan kontak dengan mereka pasca pensiun dari tugas tugasnya.
.bmp)
.bmp)