Senin, 27 Mei 2013

BANK EKA - PWRI B.LAMPUNG BUTUH TITIK TEMU

Dialog antara tim Bank Eka dengan para anggota PWRI Bandar Lampung menampakkan gejala belum didapatkannya titik temu. Banyak anggota PWRI yang merasakan belum tertolong dengan produk Bank, lantaran kekurang akraban para anggota dengan mekanisme perbankan. Bank menghendaki agunan, sementara para anggota menginginkan peminjaman tampa anggunan, bank menginginkan nasabah berkunjung ke kantor bank sementara anggota tidak ingin direpotkan dengan keharusan datang ke bank, bank menghendaki setoran  bulanan, sementara anggota menginginkan setoran harian. sehingga cicilan tak terasa hingga lunas.  Adalah suatu titik temu yang sama sama sulit.

Sebenarnya ini sudah menjadi rahasia umum, bahwa pedagang kecil dan apalagi pedagang pemula sudah dapat dipastikan tidak akan mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank, sehingga ini menjadi kendala tersendiri bagi pedagang kecil dan pengusaha pemula untuk mendapatkan suntikan dana awal usaha bagi pedagang dan pengusaha kecil. Dan itu pula sebabnya menjamurnya praktek bank keliling, yang hanya dalam waktu singkat bisa akrab dengan dengan orang orang pasar tampa persyaratan yang memberatkan.
<!--more-->
Tetapi sayang di lain pihak praktek bank keliling yang memang belum dipayungi peraturan ini tidak sedikit diantaranya yang berpraktek sebagai lintah darat, yang menjerat para pedagang untuk menggunakan dana pinjaman bunga berbunga.Memang akhirnya muncul juga pihak pihak yang memberukan pinjaman dengan bunga ringan kepada para pedagang, kelompok yang umumnya berlatar belakang agama ini mengatakan bahwa perjuangan mereka adalah guna menyelamatkan para pedagang ini dari jeratan rentenir.

Sudah saatnya kita pikirkan bersama agar bank memiliki produk seperti yang dilakukan oleh para pemilik modal ini dalam rangka mengembangkan usaha pecil dan pedagang kecil sehingga mampu eksis dan mengalami grafik naik dalam usahanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar