Senin, 19 Mei 2014

Saya Tak Terbilang Berhasil Dalam Berkarir

Sering saya akan tertawa sendiri, ketika ada teman mengucapkan selamat dan memuji saya lantaran sudah dipensiunkan oleh Pemerintah dari PNS, lalu diterima oleh sebuah PT untuk dipekerjakan sebagai konsultan pendidikan untuk ditugaskan di suatu Kabupaten di Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Sementara saya sendiri justeru menganggap bahwa saya telah gagal membina karir dalam hidup saya, walaupun kini gaji saya jauh lebih besar dan bahkan belipat lipat dibanding saya masih PNS dahulu.

Kegagalan saya adalah bahwa ketika saya mencapaui usia demikian tua ini kenyataannya saya masih menggantungkan hidup saya atas gajian dari pihak lain. Seseorang yang dapat disebut memiliki karir bagus bukan lantaran tingginya jabatan yang dia emban, bukan lantaran besarnya gaji yang dapat diterimanya setiap bulannya. Bukan ... bukan itu yang disebut orang berhasil. Orang yang sukses adalah orang yang mampu menggaji sejumlah orang lain begitu masuk usia 45 Tahun. Dengan demikian maka berarti saya termasuk orang yang gagal meniti karir.

Seseorang dengan gelar berderet, lulusan S3, memiliki jabatan yang penting serta gaji besar, sehingga tidakl mengalami kesulitan untuk berbelanja, berobat dan lain sebagainya. Tetap saja orang seperti itu dinilai gagal, lantaran tidak memiliki kemampuan menggaji sejumlha orang setiap bulannya. banyak orang yang sering dijuluki berhasil dengan jabatan di pemerimtahan itu ternyata hanya mampu menggaji beberapa orang saja, antara lain seorang supir, seorang tukan kebun, dan dua orang pembantu rumah tangga, atau sebutlah beberapa orang. Dia tidak memiliki kemampuan lebih dari itu.

Orang disebut berhasil manakala memiliki kemampuan menggaji sejumlah orang, anehnya ini jarang dicapai oleh orang berpendidikan tinggi, tetapi lebih banyak dicapai oleh orang yang berpendidikan menengah saja. Walaupun hanya sarjana SI dan bahkan Sekolah menengah saja, tetapi dia berhasil mendirikan sebuah usaha dan sanggup menggaji puluhan orang karyawan. Paling lambat itu telah dilakukannya pada usia 50 tahun dan bahkan 45 tahun.

Dihari tua dia masih beraktivitas hanya sekedar saja, dia menghidupkan perusahaan atau dan sebagainya adalah dalam rangka menghidupkan orang lain, roda perusahaan harus selalu berputar agar seluruh karyawan dapat menerima gajih secara utuh tepat pada waktunya , dan secara berkala gaji mereka itu dinaikkan, sementara karyawan yang memiliki kesanggupan untuk mengelola perusahaan didorong untuk lebih berkarya lagi sekalipun hanya sekedar sub dari poerusahaan yang didirikan. Sementara perusahaannya sendiri dikelola oleh manejemen yang ditunjukknya.  Itu yang belum pernah aku lakukan, maka kuanggap aku ini gagal adanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar