PENGANTAR, niat Pengurus PWRI Dikbudparpora perlu kita berikan dukungan agar dapat melancarkan berbagai programnya, sekdar bandingan berikut ini kami kutipkan bahwa Dinas Pendidikan Kota Pekalongan telah membentuk Ikatan Pensiunan Pendidikan dan Kebudayaan, hal tersebut tertuang dalam berita yang ditampilkan pada Bulan Januari 2022 di bulletin yang diterbitkan oleh Pemda setempat.
Menurut hemat saya model seperti itu boleh juga ditiru, dan kita berharap PWRI Dikbudparpora ikut membantu terbentuknya, bila IPPK yang ada sekarang adalah organisasi yang tidak memiliki garus vertikal Kabupate, Provinsi hingga Nasional. Saya kita banyak hal yang nantinya bisa saling membantu antara satu dengan yang lain sambil kita memantapkan peran peran PWRI sebagai Organisasi Pensiunan Sipil.
Tentu tentang hal ini kita akan lebih mendalami apa dan bagaimana organisasi pensiunan Pendidik
KUTIPAN BERITA
Kota Pekalongan - Dinas Pendidikan Kota Pekalongan membentuk lembaga
Ikatan Purnakaryawan Pendidikan Kebudayaan (IPPK) yang berlokasikan di
area Kantor Dinas Pendidikan setempat. IPPK sendiri merupakan sebuah
lembaga atau paguyuban para pegawai di Dinas Pendidikan setempat yang
telah pensiun.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zainul Hakim, SH, MM
mengungkapkan bahwa anggota IPPK merupakan para purna karyawan dari
Dinas Pendidikan baik tenaga pendidik , pendidik maupun karyawan
struktural yang setiap bulannya ada iuran secara sukarela, dimana dana
itu dihimpun dan langsung disetorkan ke pengelola yang ada di Provinsi.
IPPK Kota Pekalongan diketuai oleh Dai Wardoyo.
“Menurut informasi, ini satu-satunya hanya ada di Jawa Tengah.
Kegiatannya adalah salah satunya berupa bantuan sosial, misal ada
anggota yang meninggal dunia, maka kepada ahli warisnya diberikan uang
takziah senilai Rp17,2 juta,” ucap Hakim, Selasa (4/1/2022).
Hakim menyebutkan, pada hari Jumat kemarin, jajaran Dinas Pendidikan
khususnya yang tergabung dalam IPPK berkoordinasi dengan Persatuan Guru
Republik Indonesia (PGRI) baru menyerahkan uang takziah kepada ahli
waris sebanyak 6 orang diserahkan 6 orang ahli waris baik dari tenaga
pendidik, kepedidikan maupun anggota dari unsur birokrasi sebagai bentuk
menggalang kebersamaan antar karyawan dibawah Dinas Pendidikan Kota
Pekalongan.
“Dari tenaga non ASN pun bisa ikut berpartisipasi ikut iuran, sejauh ini
memang sementara menyalurkan uang takziah, kalau di KORPRI namanya
santunan duka,” pungkasnya.


