Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2014

Musik Dan Kesehatan

Musik adalah esensial, keindahan yang selalu disukai  setiap orang dan orang mendengarkannya dengan tujuan tertentu. Terkadang musik juga melambangkan suatu hal yang menjadi perwakilan diri terhadap suatu kondisi tertentu yang dialami oleh manusia, contohnya seperti saat sedih, gembira, santai, marah dan lain sebagainya.


Dari sisi pembentukan karakter, musik ternyata sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter dan pola pikir kita. Karena musik memiliki pengaruh yang sangat besar yang mampu masuk kedalam alam bawah sadar kita sehingga sugesti-sugesti yang diberikan dari dalam musik mampu terekam didalam otak dan kemudian di implementasikan didalam kehidupan sehari-hari.

TTS dan Musik Menghambat Pikun.

KALAU Anda menyukai teka-teki silang (TTS), seperti Sport Otak Minggu (SOM) yang disajikan hari ini tiap Minggu, maka teruskanlah hobi tersebut. Kalau Anda penggemar musik, entah dangdut, pop, jazz, hingga rock, janganlah berhenti menggemarinya.

Bukan apa-apa, mengisi TTS merupakan salah satu kegiatan rekreasi otak. Sedangkan hobi mendengarkan musik sangat berpotensi menurunkan stres, terlebih musik dengan irama dan/atau lirik yang mengena.

Dua hal tersebut, yaitu rekreasi otak dan pengelolaan stres, terbukti dapat menekan potensi kepikunan pada orang-orang lanjut usia. Pikun merupakan kondisi di mana kerja otak mengalami penurunan.

’’Selain rekreasi otak dan pengelolaan stres, kita juga perlu mengonsumsi makanan dengan gizi cukup. Artinya, makanan ini tak banyak mengandung lemak atau berkadar kolesterol tinggi. Contohnya mengonsumsi ikan, minimal satu kali dalam seminggu,’’ kata Prof dr Gary Small, direktur UCLA Center on Aging (AS).