Selasa, 22 April 2014
Tips Berbisnis Warung Bakso
TIPS ber BISNIS WARUNG BAKSO
| PAK INDRA, BAKSO SRINTIL |
| BAKSO SRINTIL, SEMANGKOK CUMA Rp. 4000 |
Beberapa model bisa dikembangkan dalam bisnis bakso ini. antara lain Bisnis bakso dengan model tenda kaki lima, bisnis bakso dengan model gerobak keliling, bisnis bakso dengan model Restoran Bakso yang lebih elit, atau bisnis bakso yang hanya menjual pentol bakso dalam plastik vakum (biasanya untuk supermarket).
Untuk kelas harga bakso juga sangat beragam, tergantung segmen pasar yang akan dimasuki.
Saat ini bisnis bakso memang banyak mendapat persaingan dari bisnis kuliner yang dikembangkan dari negara asing maupun dalam negeri, seperti Ayam goreng, hamburger, pizza, kebab dan lain-lain, tetapi peluang dari bisnis bakso tetap terbuka, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang besar sekali, apalagi kalau bisa mengembangkan sayap sampai luar negeri...luar biasa kan.
ada sedikit Tips membuka warung bakso dari saya, langsung saja.
- Punya persiapan MODAL
- Kuasai ILMU PEMBUATAN BAKSO.
- Sebelum berbisnis bakso, saya sarankan anda untuk studi pasar, apakah persaingan bisnis bakso di daerah anda sudah sangat ketat. Bila sudah sangat ketat, mending kita cari daerah lain yang masih potensial. Bila menemukan daerah yang potensial, silahkan anda pilih tempat yang paling strategis menurut anda. Dulu saya pernah mempraktekkan memilih JALUR JALAN YANG TEPAT untuk jualan, dengan cara menghitung dan mencatat lalu lintas yang lewat dan memilah-milah kendaraan yang lewat berasal dari dalam kota atau luar kota. Saya lakukan kegiatan itu selama tiga bulan, cuma duduk melihat orang lewat hehehe. Olah data anda, Kendaraan dari luar kota, sangat potensial, biasanya rombongan, mereka cenderung royal dan siap duit untuk jajan. mungkin karena Musafir ya.... Kuncinya JALUR JALAN YANG TEPAT
- Setelah memilih tempat paling baik menurut anda, Siapkan semua peralatan tempurnya. Kita siap jualan.Sangat bagus kalau ada fasilitas Toilet. Kuncinya KEBERSIHAN,
- IKLAN SPANDUK yang di pasang di jalan-jalan dekat warung kita, semakin banyak spanduk, semakin baik.
- Dalam berjualan kunci utama adalah selalu TERSENYUM kepada pembeli.
- ULET DAN KONSISTEN, karena kita baru merintis dan belum punya nama.
- Jangan lupa BERDOA kepada Tuhan YME, dan kalau sudah laris, jangan lupa berzakat.
Nah kalau kita simpulkan kata kuncinya adalah | modal | ilmu pembuatan bakso | jalur jalan yang tepat | kebersihan | IKLAN | tersenyum | ulet dan konsisten | berdoa |
kalau anda mempunyai tambahan tips, silahkan bagi ilmunya di sini
Ditulis oleh : P. Gun
Kamis, 12 Desember 2013
Bimbingan Bagi Anggota PWRI
oleh Fachruddin
Kamis 12 Desember 2013 PWRI Kota Bandar lampung menyelenggarakan pelatihan bagi para anggotanya. Terkumpul anggota sekitar 150 0rang lebih dalam acara itu untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan atas dukungan dana APBD Kota Bandar Lampung, BPPLH Kota bandar lampung serta Dinas Kesehatan berkenan menyampaikan materi yang disajikan kepada para peserta. Acara ini memang telah berjalan beberapa tahun ini.
Memang para anggota PWRI membutuhkan pelatihan atau tambahan keterampilan, baik menyangkut masalah hak mereka, peluang partisipasi, serta pengembangan profesional. Karena kebutuhan para anggota PWRI itu memiliki macamragamnya. Ada anggota PWRI yang begitu masuk usia pensiun langsung bergelut dengan berbagai penyakit, ada yang hanya butuh teman sebaya, ada yang ingin beribadah sekhusyuk mungkin Ia sadar bahwa pada saat aktif dahulu ibadah khusyuk itu sulit untuk dilaksanakannya, ada yang justeru ingin berbisnis, untuk memanfaatkan tabungannya yang cukup lumaian. Ada yang memasuki masa pensiunan langsung berhadapan dengan persoalan keuangan lantaran lalai menata keuangannya sebelum pensiun.
Diantara kelompok kelompok itu tentu yang paling memperihatinkan adalah kelompok yang begitu masuk usia pensiun langsung berhadapan dengan situasi yang paling menakutkan, yaitu kelompok yeng langsung berhadapan dengan persoalan keuangan. Pensiun baginya adalah merupakan malapetaka. Serta merta secara sontak penghasilan langsung drop diusia pensiun, apalagi bila sejak semula isteri tidak bekerja, dan akan lebih parah lagi manakala dalam situasi seperti itu kesehatanpun mulai tertaganggu.
Biasanya yang mengalami seperti itu langsung putus komunikasi dengan para sahabat seusia, ada perasaan minder dan ciut hantinya untuk saling berkomunikasi. Betapa mulianya bila pengurus PWRI berkenan mengamati dan mencari cari para anggota yang bernasib demikian, serta berusaha memberikan jalan keluar baginya.
Kita perlu memikirkan pelatihan pelatihan semacam apakah yang selayaknya diberikan kepada mereka yang secara kebetulan mengalami nasib seperti itu. Dan kita patut menduga bahwa jumlah mereka tidaklah sedikit, dan untuk mencarinya cukup sulit karena besar kemungkinan kita kehilangan kontak dengan mereka pasca pensiun dari tugas tugasnya.
Kamis 12 Desember 2013 PWRI Kota Bandar lampung menyelenggarakan pelatihan bagi para anggotanya. Terkumpul anggota sekitar 150 0rang lebih dalam acara itu untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan atas dukungan dana APBD Kota Bandar Lampung, BPPLH Kota bandar lampung serta Dinas Kesehatan berkenan menyampaikan materi yang disajikan kepada para peserta. Acara ini memang telah berjalan beberapa tahun ini.
Memang para anggota PWRI membutuhkan pelatihan atau tambahan keterampilan, baik menyangkut masalah hak mereka, peluang partisipasi, serta pengembangan profesional. Karena kebutuhan para anggota PWRI itu memiliki macamragamnya. Ada anggota PWRI yang begitu masuk usia pensiun langsung bergelut dengan berbagai penyakit, ada yang hanya butuh teman sebaya, ada yang ingin beribadah sekhusyuk mungkin Ia sadar bahwa pada saat aktif dahulu ibadah khusyuk itu sulit untuk dilaksanakannya, ada yang justeru ingin berbisnis, untuk memanfaatkan tabungannya yang cukup lumaian. Ada yang memasuki masa pensiunan langsung berhadapan dengan persoalan keuangan lantaran lalai menata keuangannya sebelum pensiun.
Diantara kelompok kelompok itu tentu yang paling memperihatinkan adalah kelompok yang begitu masuk usia pensiun langsung berhadapan dengan situasi yang paling menakutkan, yaitu kelompok yeng langsung berhadapan dengan persoalan keuangan. Pensiun baginya adalah merupakan malapetaka. Serta merta secara sontak penghasilan langsung drop diusia pensiun, apalagi bila sejak semula isteri tidak bekerja, dan akan lebih parah lagi manakala dalam situasi seperti itu kesehatanpun mulai tertaganggu.
Biasanya yang mengalami seperti itu langsung putus komunikasi dengan para sahabat seusia, ada perasaan minder dan ciut hantinya untuk saling berkomunikasi. Betapa mulianya bila pengurus PWRI berkenan mengamati dan mencari cari para anggota yang bernasib demikian, serta berusaha memberikan jalan keluar baginya.
Kita perlu memikirkan pelatihan pelatihan semacam apakah yang selayaknya diberikan kepada mereka yang secara kebetulan mengalami nasib seperti itu. Dan kita patut menduga bahwa jumlah mereka tidaklah sedikit, dan untuk mencarinya cukup sulit karena besar kemungkinan kita kehilangan kontak dengan mereka pasca pensiun dari tugas tugasnya.
Rabu, 27 November 2013
Makin Sibuk Setelah Pensiun
Rencanakan sejak dini agar sejahtera di hari tua
Belajar Adari Anjuran Usaha Asuransi
Usai puluhan tahun bekerja
banting tulang mencari uang, seseorang yang memasuki masa pensiun tentu ingin
menikmati hidupnya dengan tenang. Selain selalu menjaga hubungan baik dengan
anak dan cucu, ketenangan hati juga bisa dirasakan jika tak ada kendala dalam
pemenuhan kebutuhan finansial. Maklum, sumber keuangan sudah mampet.
Jika anak dan sanak keluarga
masih bisa diandalkan untuk menopang hidup Anda, mungkin, masalah bisa
teratasi. Namun, tentu, akan lebih membahagiakan jika Anda tetap bisa mandiri
secara finansial dan tak memberatkan siapa pun, termasuk anak Anda. Kalau bisa,
Anda justru memberikan kelebihan dari apa yang sudah ditanam selama masih
produktif bekerja bagi anak dan cucu.
Selasa, 26 November 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
.bmp)
.bmp)