Kamis, 08 September 2022

PWRI KEHILANGAN MOMENTUM. PPI LAH ALTERNATIFNYA


PESAN Bapak Anshori Djausal jangan dibesar besrkan bagaimana pristiwa Munas yang lalu, karena Para Pensiunan sekarang sedang menghadapi masalah besar yang lebih mendesak dibahas maka, PPI Indonesia adalah alternatifnya. Dan apa yang diusung PPI itu adalah semangat pembaharuan sebagai hasil Pramunas yang tak dibahas di Munas Jadi bila kita masih ingin membahas apa yang terjadi pada saat Munas maka itu akan menyeret kita kembali ke sekian puluh taghun atau beberapa periuode sebelumnya. atau setidaknya kita kembali ke sebelum Munas. Jadi membicarakan Munas kembali adalah penghabisan waktu yang akan sia sia, karena sudah terikat dengan sikap anti pembaharuan., seperti yang diinginkan oleh Hasil Hasilk Pramunas yang tak dimanfaatkan dalam Munas. 

Keberadaan Pensiunan sekarang memang membutuhkan pemahaman dan Pembahasan yang yang kritis, kita harus kaji segala sesuatunya secara kritis da proporsional. UU yang ada belum memiliki keberpihakan dan keadilan bagi Para Pensiunan. Di luar sepengetahuan orang banyak dan para pensiunan itu sendiri bahwa uang pennsiunan yang dikelola  itru sangat banyak sekali, dan pengeluaranpun akan dilakukan secara bertahap, sementara  uang iyuran dari calon pensiunan yang masih aktif sangatlah banyaknya dan pembayan nanti dilaksanakan secara bertahap pula. Itulah sebabnya begitu banyaknya pihak yang tergiur dengan dana pensiunan itu.  Itulah sebabnya pihak yang ditunjuk oleh Pemerintah harus bisa bekerjasama dengan pihak  Pensiunan sesuai dengan kreteria pensiunan yang sekarang sudah mulai diperbaiki, menurut Pak Anshori Djausal Ketua Sementara PPI  Lampung  kita harus hati hati karena dana pensiunan ituy adalah sebuah potensi yang bukan klecil, yang selama ini PWRI tidak memiliki rasa keingintahuan sama sekali, padahal potensi yang ada iktu sebenarnya juga sekaligus merupakan potensi yang bisa nensejahterakan  para pensiunan itu sendiri. Itu kelemahan dan ketrlambatan PWRI yang dialami selama ini, dan justeru pada saat Munas yang lalu ternyata tidak jadi dibahas. 

Para Pensiunan gagal mem[populeritaskan kata Wredatama yang memiliki kemaknaan filosofi yang mendalam, tetaoi PWRI lebih didominasi oleh kelompok Wartawan, sehingga PWRI Wartawan jauh lebih populer dibanding PWRI wresatama, sebagai orang tua yang memiliki berbagai keutramaan. Itulah sebabnya Pemerintahpun sangat merespon PPIU sebagai kelompok Pensiunan, dan kata Pensiunan lebih cocok di mata uyawam sebagai merk dan nama kelompok Pensiunan 

Sikap Pemerintanh sangat positp dalam menerima kelompok Pensiunan ini dengan menggunakan istilah pensiunan. Bahkan pihak Pemerintah berkenan memberikan sejumlah petunjuk yang disampaikan oleh Pemerintah kepada sejumlah orang yang sedang mempersiapkan Organisasi ini  sehingga cepat sekali persyaratan berdirinya organisasi yang baru bisa terpenuhi dalam tempo yang sangat singkat.  PPI sudahj mengantongi surat persetujuan dan SK pun keluar beberapa hari setelahnya. Dan  PPI mulai sejak itu, sebulan lebih yang lalu sudah mulai beroperasi. 

PWRI Lampung adalah  termasuk  dalam 20  PWRI dari berbagai Provinsi yang tegas menolak pertanggungjawaban dan tak mengakui Hasil Munas PWRI yang lalu dan telah bertsama sama aktif membentuk membangun dan membina PPI sambil menghabiskan Periode Kepengurusan masing masing. Semoga PPI bisa melaksanakan kerjasama bersama Pemeriuntah sehingga tunggakan yang lalai dilaksanakan pada saat yang lalu bisa dilaksanakan demham kerjasama yang lebih kokoh lagi, semoga.   


PWRI LAMPUNG IKUT MENDORONG BERDIRINYA PPI INDONESIA.


SEPULANG MUNAS  Tim Utusan Lampung dalam  acara penting itu yang dipimpin Langsung Ketua, mengumplkan Para Pengurus secara virtual. Dalam kesempoatan itu juga diikuti Utusan Kabupaten untuk menyimak bersama apa yang disampaikan oleh Pengurus sebagai Laporan Pertanggungjawaban kepada Organisasi yang mempercayai mengemban Tugas dan memperjuangkan mission dalam pelaksanaan Munas PWRI. 

Sungguh sangat menggemnbirakan kita sebelumnya ternyata Lampung menjadi Salah satu Provinsi yang diundang untuk mengirimkan  seorang Utusan untuk mengikuti acara Pramunas,  Dalam acara Pramunas mereka dibebankan tugas untuk merumuskan sesuatu yang sangat Strategis seperti membahas masalah nama yang berhimpitan dengan Nama Organisasi Persatuan Wartawan yang juga memakai nama PWRI. Hal ini bertahun tahun dijadikan bahasan, tetapi tampa menghasilkan sesuatu yang berarti bagi organisasi. Ada semacam keterbelahan antara kelompok PWRI pembaharuan dan PWRI anti pembaharuan, inilah sebabnya tampa diduga oleh banyak pihak  ternyata 20 Provinsi menyatakan "Menolak Pertanggungjawaban Penurus" 


Adalah satu kenyataan yang sesungguhnya sulit diterima akal jika PWRI sebagai Organisasi para Sesepuh itu ternyata tak mampu untuk mengekspressikan mental demokrasi, satu pihak anti pembaharuan, versus pihak yang tak benkenan menerina Laporan Pertanggungjawaban. Menurut hemat saya  seoertinya ada pihak yang sangat membanggakan semacam nosralgia, sehingga enggan sekali jika PWRI  kehilangan  kenangan manis. Dan saya sendiri yang memang tak hadir dalam acara itu, tetapi dengan segala kekurangan  saya hanya bisa mengungkap hal hal yang ringan ringan saja, tetapi rekaman Sambutan Pak Luman selaku Ketua PWRI Provinsi Lampung, mungkin banyak pihak dengan pengalaman yang lebiuh luas mampu dan bisa memahami dengan pemahaman yang dalam. 

Saya ingin mengutip pernyataan Bapak Anshori Djausal Ketua sementara PPI Lampung, yang mengatakan bahwa "Memang Sudah Saatnya PWRI itu berubah, dan pemahaman saya, manakala tidak segera merubah diri maka maka Para Pensiunan akan kehi;langan momen yang sangat berkaitan dengan masa depan dan Kesejehateraan mereka. 

Srkali lagi saya ingin mengingatkan kepada kita semua, bahwa Kita PWRI Lampung membebankan kepada Tim Utusan PWRI Provinsi  bahwa dalam Munas harus berpihak dan memperkuat Kelompok Pembaharuan sejak masa tahap tahap Pramunas yang dilakukan jauh lebih panjang waktunya dibanding pelaksanbaan Munas Itu Sendiri, tetapi ternyata hasil hasil pertemuan Pra Munas itu dengan berbagai strategi mereka tolak dengan cara kehilangan waktu untuk membahasnya. Sebagai seseorang yang tak ikut Munas maka sangat mungkin saya mengalami kekeliruan, tetapi itulah yang saya pahami dari informasi yang memang cukup terbatas.  Semoga bermanfaat.  Semoga PPI mampu membelakan kepentingan para lansia.  Aamiin. 

Rabu, 07 September 2022

PWRI ITU BUKAN KITA TINGGALKAN, TETAPI KITA JADIKAN SEJARAH YANG MEMBANGGAKAN


WALAUPUN muncul istilah atau nama baru yaitu PENSIUNAN INDONESIA Salah sau penyebabnya adalah karena telah berapa tahun berselang ini PWRI kurang memiliki perhatian untuk diperbaikinya UU Kepensiunankarena UU yang ada kurang menyentuh maslah Keadilan, Kestrukturan dan Keterukuran.Kita menjadi miris ketika rerjadi penggelapan besar besaran di lembaga Kepensiunan dan yang terakhir justeru lebih mengerikan lagi adalah munculnya rencaa akan menggunakan dana besar untuk kepentingan politik, dana itu konon akan dikeluarkan oleh 0leh lembaga yang uyang ikut mengelola dana pensiunan. Walaupun yang terkhir ini masih rencana, tetapi karena  karena sudah diviralkan sebelumnya maka kita berterima kasih karena dengan demikian maka dana yang dikelola oleh PT Taspen nantinya akan terselamatkan dari dari penggunaan dana  pensiunan dari kepentuingan politik. artinya penggunaan dana pensiun untuk kepentingan politik bisa dihalangi. 


Saya setuju sekali dengan pendapat Pak Anshori Djausal, beliau ditunuk sebagai Ketua Sementara PPI Lampung yang akan menghantar PPI sementara sampai terbentiuknya pengurus yang definitip. Bagi kita sebagai Pengurus PWRI untuk sementara kita tetap melaksanakan  Program PWRI, apalagi periode Kepengurusan memang suadah ada di penghujung POeriode. Maka kita tuntaskan  program yang sudah dibebankan ke atas pundak kita, tetapi dalam waktu bersamaan kita mermbantu memperlancar program pembentukan PPI setidaknya dalam level yang kita geluti. Artinya jika kita berada di lingkungan Kepengurusan Kepengurusan PMRI Dikbudparpora, maka kita harus membantu terbentuknya PPI Dikbudparpora. 

Bagi kita Pengurus PWRI Dikbudparpora yang periode mendatang maka saran saya kita langsung saja mengganti nama menjadi PPI Dikbudparpora Provinsi Lampung  dimana Pengurus Barunya baru akan dilantik pada bulan ini ataupun bulan depan. Saya menganjurkan agar Penguirus PWRI Dikbudparpora sebaiknya melakukan kontak dengan Pengurus PWRI Lampung atau juga sekaligus mengundang Ketua Sementara PPI Lampung untuk mendapat penjelas terkait segala sesuatunya.  Apalagi mada saat ini memang sedang sangat dibutuhkan penjelasan tentang terkait kehadiran  PPI Lampung, Maka informasi secara resmi memang sangat dibutuhkan.  Syukur syukur bila pada saat Pelantikan nanti kita sudah menggunakan nama baru yaitu PPI DikbudparporaLampung tampa melupakan PWRI Dikbudprpora Lampung.  




UNTUK meningkatkan kesejahteraan pensiunan di Indonesia, Persatuan Pensiun Indonesia (PPI) mendesak pemerintah merevisi undang-undang pensiun agar lebih baik, terukur, terstruktur, dan adil. Menurut Wakil Ketua PPI Bambang Setiadi, pensiunan di Indonesia selama ini berpegang kepada UU Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai namun dalam perkembangannya banyak kasus-kasus yang tidak bisa diselesaikan melalui undang-undang tersebut.

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/ekonomi/519710/uu-pensiun-dinilai-perlu-direvisi-agar-lebih-baik-terukur-terstruktur-dan-adil
02 September 2022, 20:34 WIB UU Pensiun Dinilai Perlu Direvisi agar Lebih Baik, Terukur, Terstruktur, dan Adil Mediaindonesia.ocm | Ekonomi

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/ekonomi/519710/uu-pensiun-dinilai-perlu-direvisi-agar-lebih-baik-terukur-terstruktur-dan-adil
UU Pensiun Dinilai Perlu Direvisi agar Lebih Baik, Terukur, Terstruktur, dan Adil Mediaindonesia.ocm | Ekonomi

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/ekonomi/519710/uu-pensiun-dinilai-perlu-direvisi-agar-lebih-baik-terukur-terstruktur-dan-adil

Selasa, 06 September 2022

DEKLARASI PERSATUAN PENSIUN INDONESIA (PPI) PERJUANGKAN KESEJAHTERAAN PE...

 

KITA BERHARAP BANYAK KEPADA KEHADIRAN PPI INI  


MENGUTIP PERNYATAAN Bapak Anshori Djausal  Ketya PWRI OPI Unmila Lampung yang mengatakan memang Organisasi Pensiunan itu pada saat ini sedang sangat membutuhkan berbagai perubahan Keorganisasian Pengelolaan Pensiunan sehingga Para Pensiunan merasa dihargai. Pada saat yang bersamaan  telah berdiri Orgasnisasi Persatuan Pensiunan PPI selain telah menyesuaikan dengan Aturan Aturan yang berlaku maka yang juga sangat penting adalah intri kehadiran Organisasi Forum Pensiunan PPI ini intginya adalah upaya agar para Pensiunan itu memiliki kemampuan mencapai Kesejahteraan, dan mendorong agar Pemerintah lebih mampu memberikan Penghargaan kepada para Pensiunan. 

Lalu apa sih nanti yang bisa didapatkan dari PPI ini ... ?, Yang jelas PPI hadir sudah akrab dengan aturan aturan yang berlaku, umumnya aturan aturan itu adalah sesuatu yang memang ralatip baru serta belum banyak pensiunan yang memahaminya.  Maka sangat wajar sekali Bipak Anshori Djausal bisa spontan menerima kehadiran PPI ini walauopun masih terbatas  apa yang bisa disampaikan kepada beliau, tetapi beliau termasuk masih memiliki kelincahan untuk memahami SAturan Aturan yang baru dan memang masih baru disyahkan. Namun demikian beliau masih memiliki kelincahan untuk mengapresiasinya. 

Adalah berkah bagi kita semua ketika PWRI OPI Unila Lampung menyatakan menerima kehadiran PPI dan lalu menampaikan Testimoni Akan Penerimaanya. Dan syukurnya lagi beliau menertima Untuk Menjadi Ketua Sementara PPI Lampung dan untuk itu beliau akan mendampingi hingga terbentuknya PPI Lampung yang definitip. 



SAYA YAKIN 2024 TUNTAS PWRI JADI PPI UNTUK SELURUYH LAMPUNG.

PERUBAHAN BERLANGSUNG SECARA ALAMI 


MELIHAT PERKEMBANGAN PWRI  setelah menyia nyiakan momen Munas Yang lalu dan keseriusan para peserta Rapat Rapat Pramunas untuk mempersiapkan sejumlah pembaharuan guna mengatasi berbagai keterlambatan Berapa periode untuk mentasi sejumlah ketidak jelasan yang membuat PWRI menjadi sulit berkembang.Lalu bertahannya sejumlah senior untuk mempertahankan Nostalgia sehingga Mujnas dipaksa untuk tidak memutuskan sesuatu yang dibahas secara seriys pada saat Pramunas. Maka puncaknya adalah sejum;lah kekecewaan karena ternyata PWRI dalam Periopde beriktnya akan menghadapi kesulitan yang sama dan baru akan dibahas ulang pada Muinas pendatang. 

Ketika ternyata Pengurus bentukan Hasil Munas masih bertahan, dan walauoun Ketua Hasil Munas ujung ujungnya mundur dari kewajiban memangju kwepercayaan Munas lalu telah diupayakan memilih Ketua baru, tentuy denganm segala kelemahannya dari kembali Ketua yang baru ditunjukuk Itu kembali mundur ini menunjukkan memang Produk hasil benar benar lemah. Nama yang tumpang tindih denan  Organisasi Wartawan serta kelemahan sistem rekrutment keanggotan yang justeru menjadi kelemahan yang sangat mengecewakan ternyata ada yang ingin sekali memperttahankannya. Tentu juga duitambah berbagai hal yang justeru menjadi ganjelan selama in  justeru tak mampu dibahas karena sesuatu dan lain hal yang non teknis saja. Tetapi berakibat sangat vatal bagi PWRI 

Tetapi walaupun nanti akan terjadi perubahan nama menjadi PPI (Persatuan Pensiunan Indonesia) tetapi PWRI akan tetap diabadikan karena tidak boleh hilang dalam catatan sejarah , PWRI adalah merupakan bagian dari sejarah perkembangamn PPI  dan ini terjadi karena dibutuhkannya sebuah perubahan yang tak sempat digarap secara serius oleh peserta Munas yang lalu. 

Kita berharap PWRI Lampung akan mengalami perubahan secara wajar wajar saja. Tetapi harus diingat bahwa Pengurus PWRI Lampung dalam Rapat anggota PWRI Lampung, Anggota PWRI Lampung meminta agar Pengurus PWRIU Lampung diminta oleh peserta Rapat untuyk menjadi pelopor perubahan yang harus dilakukan oleh PWRI dan alternatif terakhir adalah melakukan ganti nama sesuai dehga alur pembenyukan Orghanisasi baru sesuai dengan Aturan yang berlaku. 

Jumat, 02 September 2022

MARI KITA RAWAT AGAR ORGANISAS PENSIUNAN TETAP TUMBUH SEHAT

SAMPAI SAATNYA NANTI PEWARIS KITA YANG MELANJUTLAM 





DALAM DUNIA  NYANYI MENYANYI  saya ini tak akan masuk nominasi karena tak memenuhi sarat,  dan saya mulai berani mengeluarkan suara benrana itu setelah menerima SK Pensiun. itupun denga harapan orang akan memaklumi segala kekurangannya, dengan alasan, maklum namanya juga sudah pensiun, penyanyi asli pun yang sudah pensiun juga akan  merosot kemampuannya, alhamdulillah orang orang tidak mau mengomentari, cukup mereka menghindar saja untuk mendengar. Namun demikian  saya memiliki alasan yang penting dalam menyanyikan lagu ini  

Lagu ini judulnya Flamboyan berguguran, lagunya bimbo, tapi  dengan agak memaksakan diri saya menyanyikan lagu ini sekedar ingin menggambarkan perasaan dan kekhawatiran saya bahwa PWRI benar benar akan terancam bubar, berguguran dan sulit akan bersemi kembali ditempat yang sama. Semula dari pertemuan yang diselenggarakan  secara virtual. pada pertemuan itu kami mendapatkan info bawa Munas PWRI yang baru selesai beberapa hari sebelumnya berakhir secara tragis dalam bentuk sejumlah Daerah menyatakan menolak segala Hasil Munas, dan kelak penolak Hasil Munas ini mencapai 20 Daerah tk Provinsi. 

Lalu pertemuan  berlanjut dan dilaksakan di Lampung Tengah dan Lampung Tengah mengusulkan diri sebagai Tuan Rumah, dan dengan senang hati mempersilakan Seluruk Pengurus  timgkat Kabupaten dipersilakan datang ke Lampung Tengah untuk membicarakan hal ini lebih lanjut.  Dan hasil dari pertemuan justeru Mengamanatkan Kepada PWRI Prov Lampung untuk lebih membulatkan ksepakatan untuk menyempurnakan Hasil Munas agar sejalan dengan Hasil Pramunas yang tak sempat dibahas selayaknya seperti yang diamanatkan dalam Pramunas. Atau mengambil langkah langkah lain yang memiliki prospek yang lebih menjanjikan bagi Para Pensiunan. Para peserta Musyawatrah yang diperluas itu mengamanatkan dan mempercayakan, serta siap mendukung hasil hasil dari upaya perbaikan tersebut. 

Kini langkah perbaikan itu telah diumumkan dan bahkan telah didaftarkan yaitu mendirikan Organisasi Pensiunan yaitu  " Persatuan Pensiunan Indonesia "  disingkap PPI.  Organisasi ini sudah resmi didirikan dan salah satu pendirinya adalah PWRI Lampung atas amanah yang diberikan dan dibebankan oleh Musyawarah PMRI Lampung yang diperluas dan diselenggarakan di Lampung Tengah.   Alhamdulillah kepercayaan yang dibebankan kepada Pengurus PWRI Lampung telah berhasil diemban dengan baik, bersama 20 Provinsi lainnya telah mendirikan  Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Brdiri atas Dasar Keputusan Kmenterin Hukum dan Kak Azazi Manusia  pada 3 Juni 2022. 

Kita memang membutuhkan sebuah  Organisasi Pensiunan yang akan menghantar para Pensiun untuk memiliki wawasan yang menghantar pada kesejahteraan yang modern dan Konstitusioan, bukan sebuah organisasi yang sekedar teringat dengan nostalgia kesejahteraan masa lalu, tetapi harus memiliki pandangan pandangan masa depan yang luas. Kita berharap anggota PWRI tidak terlalu mempermasalahkan perubahan ini, karena kita tidak boleh tenggelam dalam keindahan nostalgia, pada saat ini memang lemabaga organiasi Pensiunan membutuhkan sebuah perubahan.  Insya Allah. 

Kamis, 01 September 2022

TOLONG YA PAK SELAMATKAN UANG PENSIUNAN KAMI .. hehe

SEMOGA SAJA YANG KITA LIHAT SEBAGAI FITNAH TERNYATA BERKAH.


WAJAR DONG KALO kami sebagai pensiunan juga ketar ketir jika ada penggunaan gajjh pensiunan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, apalagi ini lagi jamannya Sambo yang membuat kami tarik nafas panjang, karena ternyata ada aliran dana yang berasal dari perjudian, penyelundupan dan pelacuran, sehari hari kami di jejali berita berita yang tak sedap dan akan mengancam keselamatan Bangsa. Harapan kami semoga hukum bisa ditegakkan, yang bersalah dihukum berat, dan lembaga Kepolisian bisa segera membenahi diri. Ini bakal rumit Bosh karena Ahli Hukum  mengaitkan dengan Kasus Penembakan KM 50 . 

Lawadalah ada berita yang haru kita saring kebenarannya yaitu rencana penggunaan dana PT Taspen untuk mensukseskan tercapainya Pilpres 2024 yang akan datang. Waduh ... ksalo boleh berharap kepada mereka yang sedang berkuasa , tolong dong . selamatkan Uang Pensiunan kami ... hehe. 

Semoga saja berita ini hoax dan kalaupun seandainya  benar ada program itu  pemenangan calon tertentu dalam Pilpres 2022 yang akan datang maka secepat mungkin diambil tindakan propentip dan jika sudah jelas siapa siapa dibalik itu maka secepatnya ambil tindakan yang konkrit agar gaji pensiun kami yang kecil bisa termasuk yang diselamatkan, tetapi sebelumnya berikan Pengacara Qomarudin  Simanjuntak untuk mnjelaskan terlebih dahulu. 

Walaupun bagaimana kita harus berterima kasih kepada beliau yang telah bicara sebelum semuanya terjadi. Kita menangkap adanya kemulyaan sikap beliau ketika beliaupun tak segan segan mengkritik Prinsiwa dan Penanganan Kasus KM 50, dan kita juga berharap dihentikannya Saling cerca Antara Cebong dan Kampret serta memami maki Kadrun, berkacalah kepada Qomarudin yang Non Muslim itu berdasarkan ilmu dan prinsip keadilan yang bel;iau dalami agama seharusnya tak menghalani orang untuk berbuat adil.  Semoga Indonesia biosa lebih baik. 

Jangan lupa ya Pak Selamatkan Uang gaji pensiun kami hehe ...  ini rintihan pensiunan opegawai kecil Pak