Kamis, 30 Mei 2013
TANTI BATANTI ( Ria Pop Minang)
TANTI BATANTI
Tambilang tanti batanti 2X
Satanti ambiak panaruko 2X
Panaruko sawah di kajai 2X
Nan hilang dapek diganti 2X
Diganti indak kan sarupo
Sarupo Sndak saparaingai 2X
Anak Rajo di pulau Punjuang 2X
Balahan rajo dari Jambi
Asa nyo rajo keduonyo 2X
Bakeh uda kasiah batuntuang 2X
Usah bamanik manukari
Malaraik apo kgunonyo 2X
Rumah gadang di Minangkabau 2X
Nan Bukiak sambilan ruang
Nan batampek dikabun bungo 2X
Cincin ameh tinggal lah angkau @x
Parmata bliah hilang
Intan bakareklah gantinyo
PWRI LAMPUNG AKAN MELAKSANAKAN PELATIHAN MOTIVASI DAN KARAKTER BANGSA
Hasil rapat pengurus gabungan Ikatan Pensiunan Pendidikan dan PWRI Dikbudparpora Lampung memutuskan bahwa PWRI dibawah asuhan dan lindungan Pengda PWRI Lampung dan Pengcab PWRI Kota Bandar Lampung akan melaksanakan pelatihan motivasi dan Karakter bangsa bagi putera puteri Karyawan UPT Museum Lampung, UPT Taman Budaya serta LPMP Lampung. Pelatihan ini semula diperuntukkan bagi putera puteri pensiunan, tetapi nampaknya usaha ini akan terkendala biaya, karena panitia pelaksana berencana akan memungut biaya Rp. 100.000,00 (Seratus Ribu Rupiah) setiap peserta. Pungutan sebesar itu dimaksudkan untuk biaya makan minum selama dua hari, honorarium narasumber, honorarium panitia, biaya ATK, dokumentasi dan lain sebagainya.
Pelatihan ini dimaksudkan membentuk karakter bangsa bagi putera puteri kita, sebagaimana kita ketahui bahwa demikian banyaknya nilai nilai luhur bangsa yang seolah telah dilupakan, kiranya perlu diantisipasi agar tidak terlepas dari genggaman generasi yang akan datang. Kekurang patuhan generasi remaja kepada kedua orang tua serta, berkurangnya rasa hormat siswa kepada Kepala Sekolah dan Guru sert kecenderungan untuk melawan peraturan baik di sekolah atau luar sekolah, kini mencapai tingkat yang sangat menghawatirkan. Maka pelatihan dimaksudkan untuk mengantisipasi itu semua, dengan menambahkan sebanyak mungkin nilai ketakwaan, sehingga pada masa yang akan datang kita tetap memiliki generasi penerus yang memberikan harapan kepada kita semua.
Pelatihan ini akan dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok A. Siswa SMP/SMA sederajat, kelompok B. Mahasiswa dan Kelompok C. Pencari Kerja. Ketiga kelompok ini akan diberikan materi pokok yang berbeda, walaupun ada kesamaan dalam materi umum dan penunjangnya.
Pelatihan pada UPT Museum, Taman Budaya dan LPMP merupakan projek percontohan, dalam pelatihan ini untuk memudahkan pemahaman bagi kantor kantor lain yang membutuhkan jasa pelatihan yang diselenggarakan jajaran Pengda PWRI Lampung ini. Semoga sukses.
Pelatihan ini dimaksudkan membentuk karakter bangsa bagi putera puteri kita, sebagaimana kita ketahui bahwa demikian banyaknya nilai nilai luhur bangsa yang seolah telah dilupakan, kiranya perlu diantisipasi agar tidak terlepas dari genggaman generasi yang akan datang. Kekurang patuhan generasi remaja kepada kedua orang tua serta, berkurangnya rasa hormat siswa kepada Kepala Sekolah dan Guru sert kecenderungan untuk melawan peraturan baik di sekolah atau luar sekolah, kini mencapai tingkat yang sangat menghawatirkan. Maka pelatihan dimaksudkan untuk mengantisipasi itu semua, dengan menambahkan sebanyak mungkin nilai ketakwaan, sehingga pada masa yang akan datang kita tetap memiliki generasi penerus yang memberikan harapan kepada kita semua.
Pelatihan ini akan dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok A. Siswa SMP/SMA sederajat, kelompok B. Mahasiswa dan Kelompok C. Pencari Kerja. Ketiga kelompok ini akan diberikan materi pokok yang berbeda, walaupun ada kesamaan dalam materi umum dan penunjangnya.
Pelatihan pada UPT Museum, Taman Budaya dan LPMP merupakan projek percontohan, dalam pelatihan ini untuk memudahkan pemahaman bagi kantor kantor lain yang membutuhkan jasa pelatihan yang diselenggarakan jajaran Pengda PWRI Lampung ini. Semoga sukses.
Senin, 27 Mei 2013
BANK EKA - PWRI B.LAMPUNG BUTUH TITIK TEMU
Dialog antara tim Bank Eka dengan para anggota PWRI Bandar Lampung menampakkan gejala belum didapatkannya titik temu. Banyak anggota PWRI yang merasakan belum tertolong dengan produk Bank, lantaran kekurang akraban para anggota dengan mekanisme perbankan. Bank menghendaki agunan, sementara para anggota menginginkan peminjaman tampa anggunan, bank menginginkan nasabah berkunjung ke kantor bank sementara anggota tidak ingin direpotkan dengan keharusan datang ke bank, bank menghendaki setoran bulanan, sementara anggota menginginkan setoran harian. sehingga cicilan tak terasa hingga lunas. Adalah suatu titik temu yang sama sama sulit.
Sebenarnya ini sudah menjadi rahasia umum, bahwa pedagang kecil dan apalagi pedagang pemula sudah dapat dipastikan tidak akan mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank, sehingga ini menjadi kendala tersendiri bagi pedagang kecil dan pengusaha pemula untuk mendapatkan suntikan dana awal usaha bagi pedagang dan pengusaha kecil. Dan itu pula sebabnya menjamurnya praktek bank keliling, yang hanya dalam waktu singkat bisa akrab dengan dengan orang orang pasar tampa persyaratan yang memberatkan.
<!--more-->
Sebenarnya ini sudah menjadi rahasia umum, bahwa pedagang kecil dan apalagi pedagang pemula sudah dapat dipastikan tidak akan mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank, sehingga ini menjadi kendala tersendiri bagi pedagang kecil dan pengusaha pemula untuk mendapatkan suntikan dana awal usaha bagi pedagang dan pengusaha kecil. Dan itu pula sebabnya menjamurnya praktek bank keliling, yang hanya dalam waktu singkat bisa akrab dengan dengan orang orang pasar tampa persyaratan yang memberatkan.
<!--more-->
Sabtu, 25 Mei 2013
Cara Membuat Bakso Jumbo / Tennes dengan Mesin Bakso Sistem Sendok.
KISAH SUKSES PENJUAL BAKSO
Pria berumur 51 tahun ini sebenarnya memiliki jabatan yang cukup tinggi saat ia menjadi karyawan di sebuah perusahaan asal Amerika Serikat, yaitu “William Russel Grace Company”. Tri merupakan seorang manajer pemasaran yang kala itu digaji cukup besar dan mendapat beberapa fasilitas seperti tunjangan rumah dan mobil dinas. Tapi, ia malah memutuskan untuk pensiun dini dari perusahaan tersebut dan terjun ke dunia wirausaha yang mana harus ia bangun dari nol lagi.
Berbekal uang pensiun dari perusahaan, Tri kemudian membuat sebuah gerobak bakso. Hal yang mengundang simpati sekaligus menggelitik adalah, saat ia mencoba menyalakan api dari kompor, gerobaknya ludes terbakar. Dengan tidak menyerah, ia membuat satu gerobak lagi dan lantas ia gunakan untuk berdagang bakso keliling.
Jumat, 24 Mei 2013
Selasa, 21 Mei 2013
UNTUK MENGEMBANGKAN USAHA, PARA PENSIUN HARUS BANK MINDED
Muhammad Nurdin, SH selaku Ketua PWRI Kota Bandar Lampung menilai bahwa masih banyak pensiunan dan janda pensiunan PNS yang belum terlalu familiar dengan mekanisme perbankan, hal tersebut muncul ketika sesi tanya jawab antar peserta pertemuan pihak Bank Eka dengan Pensiunan PNS yang tergabung dalam PWRI Kota Bandar Lampung. Dari pertanyaan yang muncul nampak sekali bahwa mereka masih belum akrab dengan mekanisme perbankan. Di lain pihak para pensiunan masih menunjukkan semangat untuk bekerja, semangat untuk berusaha, namun mereka masih bingung bagaimana caranya untuk mendapoatkan kredit bank.
Sejatinya semangat untuk berusaha dari sebagian pensiunan PNS adalah merupakan hal yang harus dipupuk sehingga pada saatnya nanti dapat diwariskan kepada anak dan keturunan mereka. Sebagaimana kita ketahui bahwa kemajuan bangsa Indonesia sangat berkepentingan dengan kemunculan para pengusaha baru. Berdasarkan informasi dari para pengamat bahwa dari seratus pengusaha baru pada tahun berikutnya tidak lebih dari tiga orang yang masih menampakkkan aktivitasnya, sementara 97 pengusaha mengalami kesulitan yang sangat bebarti.
Sementara kita membutuhkan minimal satu dari sepuluh orang akan muncul sebagai pengusaha yang sukses, pengusaha yang membutuh beberapa orang karyawan. Maka oleh karenanya mewariskan jiwa kewiraswastaan kepada gemerasi yang akan datang adalah mutlak kita lakukan. Kita berharap sisa sisa usia yang dimiliki oleh para pensiunan ini yang memang memiliki semangat kewiraswastaan sejatinya harrus kita dorong untuk berkembang, mereka harus dekat dengan sumber keuangan, dengan perbankan, bila perlu bank mindeet sehingga pada saatnya kelak mereka mampu mewariskan sesuatu yang bernilai bagi generasi yang akan datang.
BANK EKA LAMPUNG MEMPERKENALKAN PRODUK
Bank Eka Lampung memperkenalkan beberapa produknya kepada para pensiunan PNS yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Indonesia (PWRI) Bandar Lampung pada hari Selasa 22 Mei 2013 di sekretariat PWRI Bandar Lampung Jl. Landak no. 12 Kedaton Bandar Lampung. Pertemuan sosialisasi itu berdasarkan buku absensi dihadiri oleh 130 orang dari 150 orang yang direncanakan, Pertemuan itu dihadiri oleh Penasehat, Ketua Umum, Pengurus Harian, Pengurus PWRI Bandar Lampung beserta pengurus dan anggota PWRI Kecamatan se Kota Bandar Lampung.
Dalam kesempatan itu Bank Eka memperkenalkan beberapa produk yang sangat mungkin dimanfaatkan oleh para pensiunan PNS, Bank Eka telah membuat produk perkereditan, para pensiunan PNS dapat memanfaatkan produk ini dengan syarat memenuhi aturan yang telah ditentukan oleh Bak Eka. Karena Bank Eka belum memiliki kerjasama dengan PT Taspen, maka bagi yang berminat untuk memanfaatkan kredit dari Bank Eka dengan cara memindahkan gajinya melalui kantor pos, bank Eka memiliki kesepakatan kerjasama dengan pihak Kantor Pos untuk melayani para pensiunan dengan berbagai kemudahan.
Drs. M. Jimo selaku Penasehat PWRI Kota Bandar Lampung meminta kepada pihak Bank Eka untuk membuat produk yang lebih banyak lagi untuk melayani perkereditan yang kecil kecil, bila pihak bank tidak membuat produk semacam itu maka pada saatnya kelak banyak anggota kita ini yang terjerat rentenir. Sementara itu Bpk. Ir. Nurdin sebagai Ketua Umum juga berharap pihak bank dapat memfasilitasi pelatihan pelatihan kepada para pensiunan yang masih memiliki semangat untuk berniaga, sehingga bagi mereka yang memanfaatkan dana kredit dari bank bukan justeru menjadi malapetaka lantaran mereka tidak mampu membayar cicilan yang bebankan.
Para peserta pertemuan sosialisasi ini sebagian besar sangat berminat dengan arisan yang merupakan salah satu produk Bank Eka, tetapi mereka berharap agar Bank Eka memudahkan proses pembayarannya, dengan cara Bank Eka melakukan kerjasama dengan Bank yang membayarkan gaji para pensiunan karena sebagian para pensiunan ini sudah terlanjur mengambil kredit pada bank pembayar gaji pensiun.
Dalam kesempatan itu Bank Eka memperkenalkan beberapa produk yang sangat mungkin dimanfaatkan oleh para pensiunan PNS, Bank Eka telah membuat produk perkereditan, para pensiunan PNS dapat memanfaatkan produk ini dengan syarat memenuhi aturan yang telah ditentukan oleh Bak Eka. Karena Bank Eka belum memiliki kerjasama dengan PT Taspen, maka bagi yang berminat untuk memanfaatkan kredit dari Bank Eka dengan cara memindahkan gajinya melalui kantor pos, bank Eka memiliki kesepakatan kerjasama dengan pihak Kantor Pos untuk melayani para pensiunan dengan berbagai kemudahan.
Drs. M. Jimo selaku Penasehat PWRI Kota Bandar Lampung meminta kepada pihak Bank Eka untuk membuat produk yang lebih banyak lagi untuk melayani perkereditan yang kecil kecil, bila pihak bank tidak membuat produk semacam itu maka pada saatnya kelak banyak anggota kita ini yang terjerat rentenir. Sementara itu Bpk. Ir. Nurdin sebagai Ketua Umum juga berharap pihak bank dapat memfasilitasi pelatihan pelatihan kepada para pensiunan yang masih memiliki semangat untuk berniaga, sehingga bagi mereka yang memanfaatkan dana kredit dari bank bukan justeru menjadi malapetaka lantaran mereka tidak mampu membayar cicilan yang bebankan.
Para peserta pertemuan sosialisasi ini sebagian besar sangat berminat dengan arisan yang merupakan salah satu produk Bank Eka, tetapi mereka berharap agar Bank Eka memudahkan proses pembayarannya, dengan cara Bank Eka melakukan kerjasama dengan Bank yang membayarkan gaji para pensiunan karena sebagian para pensiunan ini sudah terlanjur mengambil kredit pada bank pembayar gaji pensiun.
Jumat, 17 Mei 2013
Langganan:
Komentar (Atom)

