Minggu, 15 September 2013

Ustad Danu : SYIRIK






 



 

 


JIN, SIHIR dan SYIRIK
Sering kali kesepakatan antara tukang sihir dengan jin dilakukan dengan cara tukang sihir tersebut mengerjakan beberapa kesyirikan yang nyata, sedangkan para pemuka kabilah/ kelompok jin akan memerintahkan kepada anggotanya yang paling bodoh untuk melayani tukang sihir, agar ia menaati tukang sihir tersebut dalam menjalankan semua perintah tukang sihir tersebut.

Hubungan antara tukang sihir dengan jin yang ditugaskan untuk menaatinya adalah hubungan kebencian dan permusuhan. Jin yang bodoh tersebut sering kali menyakiti keluarga, istri, dan anak-anak tukang sihir itu, mengganggu harta bendanya, atau gangguan lainnya.

Terkadang jin tersebut menyakiti tukang sihir itu sendiri tanpa ia sadari, seperti pusing yang terus-menerus, gangguan yang sering muncul saat tidur, atau perasaan cemas pada malam hari, bahkan sering pula para tukang sihir itu tidak bisa memiliki anak karena jin yang melayaninya telah membunuh janin yang dikandung istri tukang sihir di dalam rahim sebelum penciptaannya sempurna, bahkan jika terlahirpun maka anak tukang sihir itu akan ada cacat atau memiliki keanehan.

CARA-CARA TUKANG SIHIR MENGHADIRKAN JIN
1. Iqsam (bersumpah atas nama jin)
Tukang sihir itu masuk ke ruangan yang gelap, menyalakan api yang akan digunakan untuk membakar dupa, dalam kondisi junub atau memakai pakaian yang bernajis, tukang sihir itu membaca mantra yang mengandung kesyirikan dan mengandung sumpah atas nama raja-raja jin.

2. Adz Dzabh (memotong sembelihan)
Tukang sihir akan membawa hewan dengan syarat tertentu, misalnya ayam yang berwarna hitam pekat, karena jin lebih menyenangi warna hitam. Kemudian hewan tersebut disembelih tanpa menyebut nama Allah Ta’ala. Terkadang darah hewan tersebut dioleskan kepada pasien. Setelah itu tukang sihir itu pulang ke rumah dan membacakan mantra syirik.

3. Sulfiyah (melakukan kenistaan)
Cara inilah yang paling populer dikalangan tukang sihir -semoga Allah Ta’ala melaknatnya- Tukang sihir akan meletakkan mushaf Al Qur’an pada kedua kakinya seperti memakai sandal, kemudian ia masuk ke WC dalam keadaan junub ia membaca mantra syiriknya.
Bagi tukang sihir yang memakai cara sulfiyah ini disyaratkan pula melakukan perbuatan dosa-dosa besar selain kekufuran tadi, seperti berzina, homoseksual, membunuh, mencela agama dan sebagainya dengan tujuan untuk mencari keridhoan para raja jin.

4. Najasah (menulis ayat-ayat al Qur’an dengan benda najis)
Tukang sihir akan membuat jimat yang bertuliskan ayat-ayat al Qur’an dengan darah haid ataupun benda najis lainnya, kemudian ia membaca mantra syirik hingga jin muncul dan siap untuk diperintah oleh tukah sihir itu.

5. Tankis (menulis ayat-ayat al Qur’an secara terbalik
Tukang sihir akan menulis ayat-ayat al Qur’an  tertentu dengan huruf-huruf yang terpisah dan terbalik, yaitu dengan menulisnya dari bagian akhir hingga ke bagian awal, kemudian ia membacakan mantra syiriknya.

6. Tanjim (menyembah bintang)
Tukang sihir akan memantau munculnya bintang tertentu, kemudian ia berbicara pada bintang tersebut dan membaca mantra-mantra syirik, lalu ia melakukan gerakan-gerakan yang merupakan bentuk penyembahan kepada bintang tersebut. Pada saat itu setan (jin) akan membantunya, sehingga tukang sihir yang bodoh itu mengira bahwa bintang itulah yang telah membantunya.
Tukang sihir itu mengaku bahwa sihir jenis ini tidak dapat diobati kecuali jika bintang tersebut muncul kembali, akan tetapi bagi orang-orang yang yakin dan bertauhid kepada Allah Ta’ala dan yang melakukan pengobatan dengan menggunakan al Qur’an, sihir tersebut dapat dihilangkan seketika dengan seizin Allah Ta’ala dan karuniaNya.

7. Al Kaff (melihat melalui telapak tangan)
Tukang sihir akan menggunakan seorang anak kecil dalam keadaan tidak suci sebagai medianya. Lalu ia akan melihat dan menggambar persegi empat, kemudian menuliskan mantra-mantra sihir di semua sisi persegi empat itu, kemudian meletakkan minyak dan bunga biru, atau minyak dan tinta berwarna biru di tengah-tengahnya.
Kemudian tukang sihir itu menulis mantra lain di atas kertas tersebut, lalu meletakkannya seperti payung di atas anak itu, memakaikan topi di atasnya agar tidak lepas, kemudian anak tersebut ditutup dengan kain yang berat dan dibacakan mantra, lalu anak tersebut akan melihat gambar lelaki yang akan disuruh bergerak sesuai dengan perintah tukang sihir itu

8. Al Atsar (memanfaatkan benda bekas pakai)
Tukang sihir akan meminta beberapa barang bekas dipakai pasien, seperti sapu tangan, penutup kepala, bajun atau yang lainnya. Kemudian ia membacakan surat-surat pendek dari Al Qur’an dengan suara keras (untuk mengelabui pasien) dan membacakan mantra yang mengandung kesyirikan dengan suara pelan

TANDA-TANDA UNTUK MENGENALI PENGOBATAN ALA TUKANG SIHIR
  1. Menanyakan nama pasien dan nama ibunya
  2. Meminta salah satu benda bekas dipakai pasien (biasanya yang belum dicuci, seperti baju, sapu tangan, pakaian dalam, kerudung dan semacamnya)
  3. Meminta hewan dengan syarat tertentu untuk disembelih atas nama selain Allah Ta’ala. Terkadang darah binatang itu dioleskan pada beberapa tempat yang dirasakan oleh pasien, atau melemparkan binatang tersebut ke tempat puing-puing tertentu yang ditempati oleh jin
  4. Menuliskan mantra-mantra/jimat-jimat tertentu
  5. Membacaka mantra-mantra tertentu yang tidak dapat dipahami
  6. Memberi suatu pembatas pada pasien berbentuk persegi empat yang di dalamnya terdapat huruf-huruf dan angka-angka tertentu
  7. Menyuruh pasiennya untuk mengurung diri dari orang-orang untuk waktu tertentu di suatu ruangan yang tidak dapat dimasuki matahari
  8. Terkadang tukang sihir itu menyuruh pasien untuk tidak menyentuh air, yang paling sering adalah selama 40 hari, ini menunjukkan bahwa jin yang melayani tukang sihir tersebut adalah jin nashrani
  9. Memberi beberapa benda kepada pasien untuk ditanam pada tempat-tempat tertentu
  10. Memberi pasien kertas berisi mantra syirik untuk dibakar dan mengeluarkan asap, atau terkadang untuk diminumkan
  11. Berkomat-kamit dengan kata-kata yang tidak bisa dipahami
  12. Terkadang tukang sihir itu mampu memberitahukan pasien nama dan kampung halaman pasien tersebut serta permasalahan yang dialaminya tanpa diberitahu sebelumnya
  13. Menuliskan untuk pasien beberapa huruf terputus-putus disebuah kertas atau pada lempengan tembikar, lalu menyuruh pasien untuk melarutkan dan meminumnya.

BAHAYA SYIRIK
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabat dan seluruh pengikut mereka yang setia. Amma ba’du
إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya dan Dia akan mengampuni dosa lainnya yang berada di bawah tingkatannya bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya.” (QS. An Nisaa’: 116)



Pengertian dan Ruang lingkup Syirik

Syirik adalah menyamakan antara selain Allah dengan Allah ta’ala dalam perkara
yang termasuk kategori kekhususan yang hanya dimiliki oleh Allah ta’ala saja. Kekhususan Allah itu meliputi tiga hal utama, Pertama; hak rububiyah, seperti mencipta, mengatur alam, menguasainya, mengabulkan do’a dan lain-lain. Kedua; hak uluhiyah, seperti berhak untuk diibadahi, menjadi tujuan do’a, permintaan tolong, permintaan perlindungan, tujuan dalam melaksanakan persembahan atau sembelihan, menjadi tujuan harapan, rasa takut dan kecintaan yang disertai dengan ketundukkan. Ketiga, hak kesempurnaan Nama-nama dan Sifat-sifat, seperti menyandang nama Allah, Ar Rabb dan Ar Rahman, atau memiliki sifat mengetahui yang Gaib, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, yang tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya. Jadi kesyirikan itu bisa terjadi dalam hal rububiyah, uluhiyah maupun nama dan sifat-Nya.
Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan, “Barang siapa yang bisa membersihkan diri dari ketiga macam syirik ini dalam penghambaaan dan tauhidnya kepada Allah, dia mengesakan Zat-Nya, beribadah hanya kepada-Nya dan mengesakan sifat-sifatNya, maka dialah muwahhid sejati. Dialah pemilik berbagai keutamaan khusus yang dimiliki oleh kaum yang bertauhid. Dan barangsiapa yang kehilangan salah satu bagian darinya maka kepadanyalah tertuju ancaman yang terdapat dalam firman Allah ta’ala, semacam, “Sungguh jika kamu berbuat syirik niscaya akan terhapus seluruh amalmu dan kamu benar-benar termasuk orang yang merugi”. Camkanlah perkara ini, sebab inilah perkara terpenting dalam masalah akidah…” (Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, Syarh wa Ta’liq, hal. 17-18) Adapun yang sering disebut dengan syirik saja oleh para ulama maka yang dimaksud adalah syirik dalam hal uluhiyah/ibadah, dan inilah yang akan kita bicarakan sekarang. Yaitu syirik dalam hal ibadah.
Berikut ini beberapa dalil dari Al Quran maupun As Sunnah yang hendaknya kita perhatikan dengan seksama. Dalil-dalil itu akan menggambarkan kepada kita sebuah gambaran mengerikan dan sangat menakutkan tentang dahsyatnya bahaya kesyirikan. Semoga Allah menyelamatkan diri kita darinya.
Ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan hikmah dari penciptaan manusia dan jin, hal ini ditegaskan AllahSubhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya :
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi–Ku makan. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh.” (QS Adz-Dzariyat:56-58).
Berkata al-Imam Ibnu Katsir rahimahuLlah dalam menjelaskan tafsir ayat ini : “Adapun makna ayat ini adalah, bahwa Allah menciptakan makhluq semata-mata untuk beribadah kepada-Nya saja, tidak boleh menyekutukan-Nya. Barangsiapa yang mentaati perintah-Nya (dan menjauhi larangan-Nya), maka Dia akan membalasnya dengan balasan yang paling sempurna, sedangkan yang bermaksiat kepada-Nya, maka Dia akan mengadzabnya dengan adzab yang sangat pedih. Allah Ta’ala juga mengabarkan bahwa Dia tidak butuh kepada makhluq, bahkan makhluqlah yang butuh kepada-Nya dalam segala keadaan mereka, Dia-lah Allah Pencipta dan Pemberi rezeki mereka”. (Fathul Majid/19).
Adapun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tertinggi adalah tauhid, yaitu memurnikan ibadah hanya kepada Allah Ta’ala semata, sedangkan larangan-Nya yang paling tercela adalah syirik (menyekutukan Allah), yaitumenyamakan Allah dengan selain-Nya dalam hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah, seperti berdo’a kepada selain Allah, bertawakkal pada selain-Nya, menyembelih untuk selain-Nya, percaya pada ramalan dan perdukunan, berkeyakinan ada pencipta, pemberi rezeki, penentu hukum, yang memberikan manfaat dan mudharat, yang mengetahui perkara ghaib, selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ini hanyalah sebagian contoh praktek kesyirikan yang ironisnya perbuatan-perbuatan tersebut ternyata banyak dilakoni oleh sebagian kaum Muslimin sendiri, bahkan sebagian perbuatan syirik yang mereka lakukan lebih parah dari syiriknya orang-orang musyrik di zaman jahiliyah dahulu, dimana mereka (sebagian musyrikin jahiliyah) hanya menyekutukan Allah Ta’ala pada saat senang, dikala susah mereka mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya :
“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdo’a kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka menyekutukan-Nya”. (QS Al-‘Ankabut:65).
Sedangkan sebagian orang yang menyekutukan Allah Ta’ala pada hari ini, melakukannya saat senang maupun susah. Kita tentu masih ingat, gempa Yogya beberapa waktu lalu yang membuat kita sedih, namun sesungguhnya yang lebih menyedihkan lagi adalah apa yang diberitakan oleh beberapa media massa bahwa sebagian orang yang tertimpa musibah gempa tersebut membuat janur kuning untuk dililitkan ke tubuh mereka yang katanya sebagai tolak bala’, sebagian lainnya membuat sesajen untuk jin ratu laut selatan juga sebagai tolak bala’. Kasus lain, pada musibah pesawat Adam Air di Sulsel, sebagian orang menyembelih hewan untuk kuburan tertentu dengan harapan penghuni kuburan tersebut dapat menolong mereka dalam pencarian pesawat yang hilang, bahkan di wilayah kerajaan Islam Ternate dan Tidore terdapat suatu upacara syirik yang diwariskan secara turun-temurun yang disebut ‘selai jin’, yaitu upacara permohonan kepada jin agar dapat menyembuhkan orang-orang yang sakit ataupun permohonan lainnya. Ini semua adalah perbuatan syirik kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala, karena yang memberikan manfaat dan mudarat, yang mampu menyembuhkan penyakit, yang mampu menolak bala’ hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala, demikian pula permohonan do’a adalah merupakan suatu bentuk ibadah, jika dimohonkan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka itulah kesyirikan.
Sebagian orang menyangka bahwa kesyirikan hanya terjadi pada zaman primitif saja, atau hanya pada masyarakat yang masih sangat sederhana tingkat berpikir dan kemajuan teknologinya. Sangkaan ini justru diingkari oleh kenyataan yang ada, bukankah negara-negara maju yang teknologinya sangat hebat adalah negara-negara yang didominasi dengan orang-orang musyrik yang kafir kepada Allah Ta’ala!? Bukankah dua negeri yang penduduknya paling banyak di dunia mayoritasnya adalah kaum musyrikin!?
Demikianlah keadaan manusia pada umumnya dan sebagian kaum Muslimin pada hari ini yang masih sangat dekat dengan perbuatan-perbutan syirik. Oleh karenanya sudah seharusnya setiap Muslim menasehati keluarganya, sahabatnya dan semua saudaranya agar menjauhi perbuatan-perbuatan syirik serta menjelaskan betapa bahayanya perbuatan syirik ini.
Dahsyatnya Bahaya Syirik


Adapun diantara bahaya perbuatan syirik adalah sebagai berikut :

1. Syirik adalah dosa dan kezhaliman yang terbesar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan ingatlah ketika Luqman berkata pada anaknya saat ia memberi pelajaran padanya, “Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan-Nya adalah kezhaliman yang besar”.” (QS. Luqman:13).
Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyalLahu’anhu mengatakan, aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, dosa apakah yang paling besar? Beliau menjawab: “Engkau menjadikan sekutu bagi Allah, sedangkan Dia yang menciptakanmu…”. (Muttafaqun ‘alaihi).
Rasulullah shallallahhu’alaihi wa sallam juga mengingatkan para Sahabatnya akan bahaya syirik ini dalam sabdanya: “Maukah kalian aku kabarkan tentang dosa yang paling besar?”, kami (Sahabat) mengatakan: “Tentu wahai Rasulullah”, lalu beliau mengatakan: “(Dosa yang paling besar) adalah menyekutukan Allah dan (selanjutnya) durhaka pada kedua orang tua…”. (Muttafaqun ‘alaihi dari Abu Bakrah radhiyalLahu’anhu).
2. Syirik adalah penghapus amalan seseorang, apakah seorang muslim (awalnya) maupun kafir, jika berbuat syirik maka terhapuslah semua pahala yang pernah ia dapatkan dan kebaikan yang pernah ia kerjakan, Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman :
“Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu, “Jika kamu menyekutukan (Allah), niscaya akan terhapus amalmu dan pasti kamu termasuk orang–orang yang merugi”.” (QS. Az-Zumar:65).
3. Jika seorang mati sebelum ia bertaubat dari dosa syirik, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan pernah mengampuni dosanya untuk selama-lamanya, sebagaimana firman-Nya :
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan mengampuni dosa yang lebih ringan dari syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa menyekutukan Allah, sungguh ia telah sesat dengan kesesatan yang jauh.” (QS. An-Nisa’:116).
4. Seorang yang mati dalam keadaan musyrik diharamkan masuk surga, maka tempat kediamannya kelak pasti di neraka jahannam dan kekal di dalamnya untuk selama-lamanya ia merasakan adzab yang sangat pedih, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah, sungguh Allah haramkan baginya surga dan tempatnya adalah neraka, dan tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maidah:72).
5. Orang-orang musyrik adalah makhluq yang paling hina yang pernah tercipta di dunia dan akhirat, bahkan mereka lebih hina dari binatang ternak, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka jahannam kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluq.” (QS Al-Bayyinah:6)
“Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).” (QS. Al-Furqon:44).
6. Syirik adalah sebab kebinasaan dan musibah serta malapetaka yang menimpa manusia, bahkan sebab kehancuran alam semesta ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan mereka berkata, “(Allah) Yang Maha Penyayang mempunyai anak.” Sesungguhnya (dengan perkataan itu) kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, serta gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Penyayang mempunyai anak.” (QS. Maryam:88-91)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan, Beliau ditanya, wahai Rasulullah apakah tujuh perkara yang membinasakan itu? Beliau menjawab: Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq, memakan harta anak yatim, memakan riba’, lari dari medan perang (jihad), menuduh berzina wanita mu’minah padahal dia tidak tahu menahu (dengan zina tersebut)”. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu HurairohradhiyalLahu’anhu).
7. Diharamkan seorang musyrik untuk menikahi wanita muslimah, demikian pula sebaliknya, seorang muslim diharamkan menikahi wanita musyrikah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al-Baqoroh:221).
8. Tidak boleh mendoakan orang yang mati dalam keadaan musyrik meskipun keluarga terdekat, bahkan keluarga para Nabi sekalipun, sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’alauntuk mendoakan pamannya Abu Thalib meski jasa besarnya dalam membela Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan juga Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dilarang untuk mendoakan bapaknya yang mati musyrik (lihat QS. At-Taubah:113-114 dansababun nuzulnya dalam Tafsir Ibnu Katsir juz 2/518).
9. Dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah. Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya, dan Dia akan mengampuni dosa lain yang berada di bawah tingkatan syirik bagi siapa saja yang dikehndaki oleh-Nya.” (QS. An Nisaa’: 48 dan 116)



10. Allah mengharamkan surga dimasuki oleh orang yang berbuat syirik. Allah ta’ala berfirman,

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
“Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sesungguhnya Allah telah mengharamkan surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tiada seorang penolongpun bagi orang-orang zhalim tersebut.”(QS. Al Maa’idah: 72) 


11. seorang musyrik akan kekal berada di dalam siksa neraka. Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka Jahannam dan kekal di dalamnya, mereka itulah sejelek-jelek ciptaan.” (QS. Al Bayyinah: 6) 


12. dosa kesyirikan akan menghapuskan semua pahala amal shalih, betapapun banyak amal tersebut. Allah ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada para Nabi sebelum engkau, ‘Jika kamu berbuat syirik maka pastilah seluruh amalmu akan lenyap terhapus dan kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65) 


13. syirik adalah kezhaliman yang paling zalim. Allah ta’ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya syirik itu adalah kezhaliman yang sangat besar.” (QS. Luqman: 13)
Allah ta’ala juga berfirman,
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ
“Sungguh Kami telah mengutus para utusan Kami dengan keterangan-keterangan, dan Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca supaya manusia menegakkan keadilan.” (QS. Al Hadiid: 25)
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Allah memberitakan bahwa Dia mengutus para Rasul-Nya, menurunkan kitab-kitabNya agar manusia menegakkan yaitu keadilan. Salah satu di antara keadilan yang paling agung adalah tauhid. Ia adalah pokok terbesar dan pilar penegak keadilan. Sedangkan syirik adalah kezaliman yang sangat besar. Sehingga syirik merupakan kezaliman yang paling zalim, sedangkan tauhid merupakan keadilan yang paling adil…” (Ad Daa’ wad Dawaa’, hal. 145) 


14. syirik merupakan dosa terbesar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabatnya yang artinya, “Maukah kalian aku kabarkan tentang dosa-dosa yang paling besar?” (beliau ulangi pertanyaan itu tiga kali) Maka para sahabat menjawab, “Mau ya Rasulullah.” Lalu beliau bersabda, “Berbuat syirik terhadap Allah dan durhaka kepada kedua orang tua…” (HR. Bukhari dan Muslim) 


15. orang yang berbuat syirik sehingga murtad maka menurut ketetapan syariat Islam dia berhak dihukum bunuh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidak halal menumpahkan darah seorang muslim kecuali dengan satu di antara tiga penyebab: seorang yang sudah menikah tapi berzina, seorang muslim yang membunuh saudaranya (seagama) atau orang yang meninggalkan agamanya sengaja memisahkan diri dari jama’ah (murtad dari Islam).” (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau juga bersabda, “Barang siapa yang mengganti agamanya maka bunuhlah dia.” (HR. Ahmad dan Bukhari) 

18 komentar:

  1. dasar wahabi bisanya memfitnah aj? ngaji dulu aj biar gk suudhon

    BalasHapus
  2. Gooblog ngaji dulu pahami tauhid

    BalasHapus
  3. Trus, maksudnya ngatain Ustadz Dhanu pelaku syirik gitu?? Astgfirullah.. Keji sekali prasangka nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan syirik mas , liat dlu biodatanya , simak cara pengobatannya , pengajiannya ..

      Hapus
  4. Fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan..ini termasuk kemungkaran.. ustd Danu itu membantu mengembalikan kepada Alloh SWT agar tidak melakukan perbuatan syirik

    BalasHapus
  5. Jancok itu kata yg pantas dilontarkn pd penulis blog! beliau itu meluruskan aqidah, bukan yg ente bilang.. jgn2 ente bnyak jin syirik yg masuk ke otak, yg termasuk pembenci ustad danu?

    BalasHapus
  6. ni orang dukun cabul yg gak laku dan aliran sesat,bs2nya jelek2in ustad Dhanu

    BalasHapus
  7. Sampai saat ini sy melihat apa yg dilakukan dan diucapkan ustad Danu itu justru mengajarkan kita utk tdk syirik, berharap dan berniat hanya Krn Allah semata, benar2 ketauhidan yg beliau ajarkan
    Semoga beliau selalu sehat wal'afiat dan Istiqomah mengajarkan ketauhidan, Aamiiin

    BalasHapus
  8. Penulis Blog : Belajar baik-baik... Jangan sirik... Dosa kamu... Punya telwvisi gak di rumah ? Telaah baik-baik bagaimana cara ustad Danu berdoa...

    BalasHapus
  9. Disatu episode ustadz itu bilang pada wanita yg diobati nya, saya tau kamu (jin yg didalam tubuh wanita) masuk sejak dia masih didalam rahim ibunya, saya lihat kamu, kamu ga lihat saya. Lantas jinnya menjawab kalau bapak lihat saya berarti bapak dibantu jin. Dan saat jin itu mau keluar malah kata ust itu jangan keluar dulu. Kamu belajar dulu sama saya nanti. Dari situ saya melihat ini tidak benar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya disitu, jinnya itu disuruh masuk islam sama ustad danu

      Hapus
  10. Oh.. Banyak penggemar ustad danu rupanya.. Allahu yahdik


    BalasHapus
  11. Boleh kita mengungkapkan pendapat tapi kalo bernai pake nama bukan uknown .. Kek banci aja .. Bisa ngatain syrik tp klo ada pohak yg g Terima takut digugat ya??

    BalasHapus
  12. Jangan Asal menSyrikkan gan .. Cerminin dl dirimu

    BalasHapus
  13. Punya Blog Tapi Pemfitnah Astaghfirullah ..

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus