Kamis, 25 Januari 2018

GUNAKAN SISA USIA UNTUK BERDAKWAH, DAN BAGAIMANA CARA KITA MEMBIAYAINYA

Nabi Muhammad itu bersama istrinya Chadijah adalah orang kaya, memang semula Nabi Muhammad miskin dan merupakan orang gajian dari Siti Chadijah yang kayaraya, tetapi karena NabiMuhammad memilik skil bekerja dan yang lebih utama adalah memiliki kejujuran, maka lambat laun kekayaannya menyaingi kekayaan Chadijah, hingga kedua bersepakat untuk menikah, sehingga kekayaan mereka berdua semakin berlimpah.Kekayaan itulah yang menjadi modal operasional melaksanakan tugas Kerasulan, sehingga Siti Chadijah yang dahulu adalah sebagai janda cantik dan kayaraya di akhir akhir hayatnya tak jarang menggunakan baju buruk dan tambalan sebagai pakaian salinannya,  kekayaan itu telah digunakan  untuk mendukung dakwah dan tugas Kerasulan lainnya. Dalam kondisi yang demikian Chadijah masih juga digayuti gundah gulana, karena merasa kekayaannya tak cukup mendukung missi kerasulan, sementara Rasul sendiri merasa sedih memperhatikan isteri tercintanya mengenakan baju tambalan dihari hari akhir di masa tuanya, namun keduanya saling membahagiakan, Siti Chadijah Isteri Rasul adalah wanita yang sangat dimulyakan.


Sering Rasulullah diperingatkan oleh Puterinya Fatimah, ketika anandanya menyaksikan Rasulullah yang berangkat rapih dan bersih, pulang dalam keadaan berpakaian lusuh kotor dan pernah juga pulang berdarah darah. Memang harus demikiankah Tugas Rasul itu ?  Tetapi Rasul menjelaskan bahwa apa yang dilakukan adalah agar anak cucu dapat melaksanakan ajaran agama secara nyaman. Apa yang dikatakan Rasul adalah benar adanya, kita merasakan kenyamanan dalam beragama, selama ini.


Tetapi kini dan terlebih  anak cucu kita  yang datang akan  memasuki tahapan yang paling mengerikan, kini ulama sebagai pewaris Nabi justeru dibully dan bahkan dikriminalisasi, banyak politisi Muslim yang membungkam diri, organisasi Islam sebagai organisasi besar yang berjasa menghantar Indonesia memasuki masa Kemerdekaan kini terpaksa  mengerem pembicaraan , demi menyelamatkan organisasinya dari kemurkaan rejim yang kini sedang berkuasa. Bagi kita yang sudah berada di akhir akhir hayat, bahkan sebagai pensiunan yang seharusnya istirahat, justeru ini adalah meruapakan kesempatan bagi kita semua sebagai pensiunan PNS, untuk melaksanakan dakwah. Kalaupun lkita memiliki keterampilan yang sangat terbatas untuk melakukan dakwah, maka. Mari kita gunakan  segala pengalaman kita selama ini untukl  selenggarakan dakwah itudengan cara mengundang mereka yang memiliki kompetensi berdakwah, dan tanggunglah biayanya.


Ow ... . ternyata dakwah sudah dilaksanakan, maka putarlah otak, kita cari lagi dakwah model mana lagi yang belum, atau unsur manalagi yang belum tersentuh dakwah, maka segera laksanakanlah. Bukankah sasaran dakwah itu bukan hanya kaum Bapak Bapak, tetapi juga Ibu Ibu, bukan hanya Orang Tua tetapi juga Pemuda, dan bahkan anak anak. Mereka harus mendapatkan sentuhan dakwah secepatnya, karena kita berpacu dengan berbagai pihak yang sekarang sedang berusaha dengan cara yang massif, untuk memisahkan generasi muda dan anak anak dari agama Islam yang mereka anut. Adalah merupakan tanggung jawab kita semua untuk mengantisipasi hal ini. Jadikalnah kesempatan ini untuk menciptakan, agar kita mencapai hidup mulya atau mati syahid.


Kita harus meneladani Rasulullah bersama Siti Chadijah yang semula giat berniaga, dan hasil perniagaan itu digunakan untuk dakwah. Jangan terlalu merisaukan anak anak putera puteri kita, yang penting kita mewariskan ilmu kepada mereka plus berbagai keterampilan, serta sikap yang benar, tidak bermalas malasan, harus jujur dan bertanggung jawab serta tak lupa berkarya.Asakkan kita sudah memiliki jaminan dan kemampuan untuk menyiapkan nasik dan lauk pauk alakadarnya setiap hari di meja makan di rumah kita, maka selesailah urusan keseharian, sudah saatnya kita melaksanakan dakwah atau jadilah sponsor pembiayaan pelaksanaan dakwah. Mari marakkah dakwah di sekitar kita.


Pensiunan ingin menjadi sponsor pelaksanan dakwah. Dari mana uang ?. Bila benar para pensiunan akan menjadi sponsor dakwah masih terbuka kesempatan.  Adalah kesempatan bagi para pensiunan, karena bank telah berbaik hati dengan memberikan kredit bagi para pensiunan, usia kita oleh bank jika tak salah dipatok sampai usia 70 tahun, maka berapa usia kita sekarang sehingga bisa di skor usia tersisas., dan hitungan besran kreditpun diketemukan olek pihak bank, mungkin anda dapat seratus juta, atau lebih ataiupun kurang, maka ajukan saja kredit itu, uangnya untuk modal dakwah, carilah bisnis kecil kecilan yang tak terlalu repot dan memungkinkan. Dengan berniaga uang yang kita dapatkan dari Bank besar kemungkinan akan berkembang dan itu juga berarti akan memperpanjang usia kita memiliki kemampuan berbagi, bahkan tidak tertutup kemungkinan uang itu akan berlipat ganda, sehingga selain berbagi kepada orang orang yang membutuhkan bantuan sedekah atau semacamnya, bisajuga kita mewariskan perniagaan yang kita bangun itu, dan berarti usia sedekah dan dakwah kita akan terus tersel;enggara dan itu berarti aliran pahala tak akan terhenti.

Sesedikit apapun uang yang berhasil kita kumpulkan untuk melaksanakan dakwah yang kita sponsori harus kita ceritakan kepada anak anak, apatah lagi dalam jumlah banyak, tanamkan kepada mereka jangan terlalu berharap kepada warisan apalagi bila memang tak seberapa. Tanamkan pengertian kepada mereka, kita berharap mereka bisa mendukung gerakan ini, dan kelak meneruskannya. Tanamkan Pengertian seperti Rasulullah menanamkan pengertian kepada putrinya Fatimah. Yakinkanlah isteri secara lambat laun, katakan kepada isteri bahwa kita berniat memuiakan isteri kita seperti Nabi Muhammad memulyakan Siti Chadijah. Yakinlah itu semua bisa berjalan, apatah lagi anak anak sudah mampu berdikari. Sebelum kita menutup mata bulatkan tekad kita bahwa kita akan melaksanakan dakwah dengan kemampuan terakhir kita. Sebelum menutup mata.

Ketahuilah bahwa dakwah pada saat ini merupakan satu satunya cara mengantisipasi upaya upaya asing untuk memisahkan agama dari generasi muda, dalam beberapa negara Islam mereka berhasil meluluhlantakkan kehidupan keagamaan menjadi porakporanda, sedang dalam kasus Indonesia, tidak tanggung tanggung, mereka telah menyulap UUD 1945 melalui berberapa kali amandemen, sehingga negara kita sekarang sudah menjadi negara skuler dengan cara membentuk negara demokrasi yang skulair dan bahkan sudah menjadi neolib. Marilah di usia kita yang mulai renta ini kita ikut  kita nyatakan perang dengan merka, karena mereka sudah berhasil merubah UUD 1945, dan itu sekaligus ancaman bagi ummat Islam. Merapatlah kepada para ulama, yang kini sedang beriusaha membangun persatuan dan kekuatan. Untuk melawan mereka yang berusaha melemahkan ummat Islam di Indonesia.

Dengan melemahkan ummat Islam, maka berarti Bangsa Indonesia ini akan kehilangan benteng terakhir dari upaya  asing  untuk mengusai Indonesia sepenuhnya, karena pada saat ini Partai Politik sudah dilemahkan, dan pendidikan agama telah menjadi  lembaga yang mandul, setelah demokrasi, mereka memsarkan pengarusutamaan gender, kini gilirannya mereka telah berhasil memasarkan trans gender melal;ui LGBT, masyarakat kita sekarang berada diambang kehancuran, Agama dan budaya Indonesia telah mulai diporak porandakan, dan jawaban kita sekarang adalah meningkatkan dakwah. Dan marilah kita menjadi salah satu person yang menyepomsori dakwah di lingkungan kita. Bayangkan bila ada sepuluih pensiunan mewakafkan akhir hayatnya untuk dakwah, bila ada seratus, bila ada seribu dan bila ada sejuta. Sungguh luar biasa. Laksanakan dakwah,  Selagi dakwah belum dilarang oleh para penguasa yang dzalim.semoga.

1 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus