Rabu, 31 Agustus 2022

SAYAPUN BANYAK BELAJAR DARI MEREKA

 

DARI KIRI KE KANAN. Azwar Rais, Sir Hamilton, Bunyana Barmawi dan  Watiyo  


TULISAN INI BAGUS banget, dan bila anda tidak menemukan kebagusan tulisan ini yang pantas untuk dibanggakan, maka pastikan bahwa sipoebulisnyalah yang telah melakukan kekeliruan sehingga sipembacanya tak menemukan sesuatu yang bermutu. Mengapa .... ?. Karena yang ingin saya kceritakan dalam naskah tulisan ini pada hakekatnya sedang bercerita tentang  beberapa orang yang biasa biasa saja saya menyebut mereka biasa biasa saja adalah untuk menghjilangkan kesan hanya ingin memuji dan menyenangkan nama nama yang yang kami pilih sebagai konten tulisan.   

Sebenarnya mereka ada  lima bersahabat, tetapi yang  akan saya  tulis hanya empat saja, beliau setelah usia pensiun ini kembali ke tanah kelahiran, karena dibebani tugas keluarganya untuk mengurui warisan orang tua. Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada beliau maka ijinkanlah saya menulis empat orang bersahabat ini. Saya sangat menyadari sebagai bukan penulis profesional, maka tulisan ini akan memiliki kekeliruan cara menulis, dan lain sebagainya yang bersangkutan  dengan teknik penulisan. 

Sejauh apa yang saya pahami bahwa keempat sahabat ini masing masing memiliki karakter yang berbeda dan nyaris mendekati mendekati ekstrim. Intinya dan jelasnya adalah masing masing memiliki batasan sikap jelas, dalam aerian jauh dari sikap kemana angi deras bertip lalu demikian sikap yang diambil. tidak, yang saya kenal mereka memiliki sikap yang jelas dan sejatinya mereka konsisten dengan sikap masing masing, dan memang selayaknya memiliki hak untuk menyertakan alasan dan sedikit mempertshsnksn pendapat dan keyakinannya atas kebenaran sikap itu. Dan itu menurut saya telah mereka lakukan sewajarnya. 

Tetapi yang menakjubkan bagi saya sejauh ini mereka tak pernah saya pergoki bersitegang urat leher hanya lantaran mempertahankan pendapat dan sikap pribadi belaka, kalaupun ada pihak yang umapamnaya sedikit agak serius atau sedikit meningkatkan volume suara, mendadak menahan untuk berbalas kata, dan yang ingin saya gambarkan bahwa mereka memilih untuk diam, merenung dan  mencoba untuk mengangguk angguk kecil walaupun nampak bahwa anggukan itu belumlah finak, dan nampaknya mereka kehilangan spontanitas, barangkali karena mereka berfikir bahwa kaharmonisan persahabatan jauh lebih harus diutamakan. 

Sebetulnya masih banyak yang bisa saya ceritajan tetapi inipun pantas saya hindari agar saya tidak kehilangan objektivitas. Yang menjadi pelajaran berharga bagi saya bahwa memang bila ingin persahabatan itu terpelihara hingga akhir masa, maka kebenaran yang kita yakini secara sybjektif memang harus dinomorduakan. Dan saya sepanjang bersahabat dengan mereka berempat ini  belum pernah menemui mereka sedang berselisih tentang sesatu sehingga menonjolkan pendapat subjektif pribadi. 

Terlepas apakah mungkin ada persamaan kepentingan subjektif  dan persamaan itu terbentuk dalam waktu yang lama. itu bukanlah menjadi objekl p[erhatian saya, karena memang saya pikir dalam bersahabat itu maka adalah tugas kita untuk memperbanyak persamaan dengan sahabat sahabat kita serta menomor duakan perbedaan agar persahabatan itu bisa abadi. Selain itu  Persahabatan itu juga menurut banyak pihak memang harus dipelihara. Dan dalam hal ini itulah yang saya temukan dalam persahabatan mereka, masing masing memposisikan diri sebagai penyambung  manakala diantara mereka terdapat suatu kerenggangan, terlepas dari apakah itu menyangkut kepentingan subjektif, ataukan itu objektif. Saya melihat bahwa masing masing mereka memang memiliki potensi untuk mempererat hubungan mereka sehingga bisa berjalan bertahun tahun. 

Persahabatan mereka bukan hanya berjalan selama beberapa tahun seperti persahabatan yang kita bangun, tetapi persahabatan mereka berjalan selama belasan tahun tampa cela, dan dalam persahabatan itu mereka berhasil mengumpulkan sejumlah persamaan yang jumlahnya lebih banyak ketimbang perbedaannya. 

Maaf saya gagal menulis dengan narasi yang lebih baik, itu adalah karena kesalahan dan kekurangan saya pribadi, bukan karena kekurang baikan persahabatan mereka. Dan diam diam saya banyak mengambil pelajaran yang berharga. Wallohu a'lam bishowab.  


.... 

Rabu, 24 Agustus 2022

KAMI PENSIUNAN UNILA MENERIMA PEMBENTUKAN PERSATUAN PENSIUNAN INDONESIA (PPI)

BUKAN HANYA UNILA TETAPI KAMIPUN PENSIUNAN DIKBUDPARPORA


BESAR DUGAAN  saya kita nanti dilantik bukan atas nama PENSIUNAN DIKBUDPARPORA  bukan PWRI Dikbudparpora. Tetapi Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) jadi namanya  PPI DIKBUDPARPORA Insya Allah, tetapi pergantian ini diharapkan bisa berjalan secara  baik dan damai tampa ada perdebatan yang meruncing. PPI ini di Deklarasikan pada tanggal 17 Maret2022,  setelah ada deklarasi dan berdasarkan petunjuk dan bimbingan Pihak Menkumham lalu pada akhirnya Diterbitkanlah Surat Keputusan  NO AHU-005362.AH.0107 TAHUN 2022 Tanggal 3 Juni 2022 Dengan demikian maka PERSATUAN PENSIUNAN INDONESIA.   Dalam waktu hampir bersamaan Ketua Hasil Munas PWRI ke XIV sebelumnya telah menyatakan Mengundurkan Diri, Tak berapa Lama Lalu diangkat Ketua Baru  dan tidak lama setelah itu Ketua yang ditunjuk klembali menyatakan Mengundurkan diri. 

Munas PWRI memang tidak berjalan secara lurus, tetapi dilaksanakan seolah secara terburu buru dan banyak mereka yang ingin bicara tetapi tak diberikan kesempatan, bahkan Hasil Hasil Sidan Pra Munas yang dihasilkan sebeluym Munas justeru tak sempat dibicarakan secara maksimal. Demikian kabar yang kami terima secara samar samar dan cukup lama PWRI Pusat Hasil Munas tak bekerja afektif. Maka kita sarankan saja PWRI bisa bergabung secara damai dengan PPI toh PPI juga semula adalah Anngota PWRI dan bagi anggota PPI yang memiuliki jabatan dalam Kepengurusan masih akan melaksanakan sesuatu saemisal bantuan Pemerintah, maka akan tetap melaksanakan programnya dan memertanggungjawabkan Dana Bantuan Pemerintah 

Pengurus PWRI Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung ketika mengadakan Musyawarah Diperluas yang diselenggarakan di PWRI Lampung sepakat  "Memerintahkan Untuk Ikut Mempelopori Perbaikan Perbaikan di PWRI bersama Sejumlah Provinsi Yang Menolak Hasil Munas Yang telah Cacat Huku"  Apalabi belakangan diterima Berita Ketua Terpilih Justeru Mengundurkan Diri.  Atyas bimbingan dan Arahan Lembaga Lembaga Pemerintah terkait maka Didirikanlah PPI Persatuan Pensiunan Indonesia. PWRI menjadi Status Quo, tetapi PPI bukan Memusuhi tetapi harus melestarikan di lembaran Organisasi.  Selamat .... dan Mari Kita Dyukung Para Pensiunan .  

'
--

 
 











Minggu, 14 Agustus 2022

SEKOLAH ITU BUAT KITA BODOH #motivasi Mas Deddy Corbuzier

SISTEM PENDIDIIKAN KITA BELUM MENCERDASKAN.


SISTEM PENDIDIKAN kita kerap mengalami perubahan atau perbaikan, kini sudah memasuki era ke 77 tahun Kemerdekaan ini kita belum menunujukkan tanda tanda akan mampu menyaingi Negara Negara yang hampir bersamaan dengan Indonesia dalam mencapai Kemerdekaan bahkan justru kita duluan merdeka tetapi secara Kenegaraan  sepertinya hrus kita akui mereka ada dalam posisi lebih depan dari kita.  Memang kata mereka yang termasuk dalam memiliki kepakaran dalam dunia pendidikan  mengatakan bahwa kita selalu saja melakukan perubahan secara berulang ulang tetapi selalu saja dirubah dengan cara yabf sama. Jadi janganlah terlalu berharap akan terjadi kemajuan dalam dunia pendidikan jika perubahan  perubahan itu selalu saja dilaksanakan dengan cara yang sama, jangan terlalu berharap ada perbuhan jika tetap saja dilakukan dengan cara yang sama. Demikian kata Pengamat Pendidikan.setelah kita selalu saja gagal dalam mengupayakan munculnya anak anak kita yang cerdas cerdas. 

Bukan berarti tidak ada anak kita yang pintart dan sukses, tetapi kecerdasan mereka dan kesuksesan mereka bersifat sangat pribadi. sekali, kecerdasan dan kepintaran mereka merupak sebuah kepencilan pencilan, mereka sukses de tengah tengah mereka yang gagal mencapai prestasi pendidikan yang menggembirakan. 











Selasa, 09 Agustus 2022

SELAIN REUNIAN JUGA VIRTUAL PAK

OBROLAN VIRTUAL BERSAMA PENSIUNAN EKS KARYAWAN KANWIL SUKBUD LAMPUNG 

BELIAU ini namanya Endjat Djaenuderadjat, diantara Sahabat yang sekarag aktif  di di PWRI DIKBUDPARPORA Lampung maka dahulu kami mengenal Pak Bun Pak Milton dan Pak Endjat  maka saya dakan kawan lainnya di Bidang Musjarah dalam era Kanwil Depdikbud maka mereka bertiga yang namanya saya sebutkan adalah tiga nama yang dulu banyak membimbing kami, terus terang saya banyak sekali mendapatkan kesempatan pengalaman atas dasar sentuhan mereka bertiga, secara pribadi maka saya tak ingin melupakan jasa mereka bertiga  dan sangat pantas manakala kami mendoakan apa yang telah Bapak Bapak l;akukan dan berikan kepada kami maka Kamipun layak manakala berdoa semoga apa yamg telah kalian berikan kepada kami semoga diterima Allah sebanai amal yang sholeh. Dan salah satu yang betul betul saya rasakan secara pribadi

SEKOAH TAK KONDUSIP SIWA TERNCAM PELECEHAN SEX DI SEKOLAH

KARYAWAN KONTRAK SEBAGAI PELAKUNYA 

DIDUGA CAPAI belasan tetapi baru tiga siswi yang mengaku kepada teman temannya mendapatkan pelecehan seksual dari seorang karyawan honorer perpuistakaan disebuah  Sekolah Negeri. berita ini sangat menyesakkan dada dan sekaligus sangat menghakwatirkan para orang tua atas keselamatan putra putrinya di sekolah karena pristiwa di sekolah ini diduga sudah berlangsung selama berathu tahun dan ketika dan ketika khabar ini viral korban sudah tideak lagi sekolah di SMP bersangkutan dan sudah duduk di SMA atau SLTA. Dan berat dugaan korban sudah banyak karena sudah berlangsung lama, apalagi para siswa sangat tertutup atas kejadian yang sangat mengancam masa depan mereka. mereka akan mengalami trauma dan bisa saja trauma itu akan melahirkan dendam atau prilaku buruk lainnya dan selanjutnya akan menjadi sesuatu yang juga merupakan ancamana khus bagi anak anak generasi sesudahnya. 

Bila demontrasi ini dodukung oleh para alumni sekolah bersangkutan maka bisa jadi mereka baru mendapatkjan keberanian untuk melakukan unjukrasa kepada pimpinan sekolah dan para pendidik serta karyawan lainnya di lingkungan sekolah yang bersanbfkutan, bisa jadi mereka yang unjukrasa itu ada yang memang pernah mengalami pelecehan seksual dan mungkin banyak yang sudah tau adanya pelecehan seksual yang sesungguhnya suf=dh terjadi secara berulang ulang tetapi tidak segera ditindak oleh para pimpinan di unit sekolah dimaksud dan kita justeru sangat khawatir sekali manakala sudah ada yang mengetahui tetapi tak berani melakukan tindakan baik prefentip maupun  tindakan antisipatip yang dilakukan sebelum masalah ini berkembang. 

Ini pertanda bahwa memang  sejatinya lembaga pendidikan kita sedang mengalami permasalah yang serius, apalagi memang sudah lama dunia pendidikan kita ini selalu diombang ambing oleh dunia politik, dumnia politik lebih banyak memberikan campur tangan sehingga apa yang dilakukan oleh sekolah dalam mengelola pendidikan Nasional akan selalu disesuaikan dengan mereka yang paling berpengaruh, dean mereka yang paling berpengaruh pada saat ini adalah kepentingan oligarki. 

Sebelum Kemerdekaan dahulu Pemerintrah Kolonial berulangkali mengeluarkan stuutdsbluud padahal maksudnya tak laijn dan tak bukan adalah dalam rangkamengkerdilkan dunia Pendidikan Nasional kita. berbagaicara mereka untuk menjerak kita agar dunia pendidikan kita memiliki ketergantungan kepada kepentingan luar. Dan satu hal yang harus kita waspadai ternyata Indonesia ini dengan segala ketergantungan memang telah diupayakan dalam wantu bertahun tahun, Undinesia akan diluncurkan sebagai Negara Besar dan mayoritas sebagai penganut agama, tetapi gjalanya akan  menjadi Negara pendudukung LGBT yang besar atau setidaknya sedang dirancang untuk barisan negara negara ytang mendukung  mereka yang menganut kebebasan  perkawinan antas sesama jenis kelamin.  Wallohua'lam  (Fachruddin) bishowab.