'
KARYAWAN KONTRAK SEBAGAI PELAKUNYA
DIDUGA CAPAI belasan tetapi baru tiga siswi yang mengaku kepada teman temannya mendapatkan pelecehan seksual dari seorang karyawan honorer perpuistakaan disebuah Sekolah Negeri. berita ini sangat menyesakkan dada dan sekaligus sangat menghakwatirkan para orang tua atas keselamatan putra putrinya di sekolah karena pristiwa di sekolah ini diduga sudah berlangsung selama berathu tahun dan ketika dan ketika khabar ini viral korban sudah tideak lagi sekolah di SMP bersangkutan dan sudah duduk di SMA atau SLTA. Dan berat dugaan korban sudah banyak karena sudah berlangsung lama, apalagi para siswa sangat tertutup atas kejadian yang sangat mengancam masa depan mereka. mereka akan mengalami trauma dan bisa saja trauma itu akan melahirkan dendam atau prilaku buruk lainnya dan selanjutnya akan menjadi sesuatu yang juga merupakan ancamana khus bagi anak anak generasi sesudahnya.
Bila demontrasi ini dodukung oleh para alumni sekolah bersangkutan maka bisa jadi mereka baru mendapatkjan keberanian untuk melakukan unjukrasa kepada pimpinan sekolah dan para pendidik serta karyawan lainnya di lingkungan sekolah yang bersanbfkutan, bisa jadi mereka yang unjukrasa itu ada yang memang pernah mengalami pelecehan seksual dan mungkin banyak yang sudah tau adanya pelecehan seksual yang sesungguhnya suf=dh terjadi secara berulang ulang tetapi tidak segera ditindak oleh para pimpinan di unit sekolah dimaksud dan kita justeru sangat khawatir sekali manakala sudah ada yang mengetahui tetapi tak berani melakukan tindakan baik prefentip maupun tindakan antisipatip yang dilakukan sebelum masalah ini berkembang.
Ini pertanda bahwa memang sejatinya lembaga pendidikan kita sedang mengalami permasalah yang serius, apalagi memang sudah lama dunia pendidikan kita ini selalu diombang ambing oleh dunia politik, dumnia politik lebih banyak memberikan campur tangan sehingga apa yang dilakukan oleh sekolah dalam mengelola pendidikan Nasional akan selalu disesuaikan dengan mereka yang paling berpengaruh, dean mereka yang paling berpengaruh pada saat ini adalah kepentingan oligarki.
Sebelum Kemerdekaan dahulu Pemerintrah Kolonial berulangkali mengeluarkan stuutdsbluud padahal maksudnya tak laijn dan tak bukan adalah dalam rangkamengkerdilkan dunia Pendidikan Nasional kita. berbagaicara mereka untuk menjerak kita agar dunia pendidikan kita memiliki ketergantungan kepada kepentingan luar. Dan satu hal yang harus kita waspadai ternyata Indonesia ini dengan segala ketergantungan memang telah diupayakan dalam wantu bertahun tahun, Undinesia akan diluncurkan sebagai Negara Besar dan mayoritas sebagai penganut agama, tetapi gjalanya akan menjadi Negara pendudukung LGBT yang besar atau setidaknya sedang dirancang untuk barisan negara negara ytang mendukung mereka yang menganut kebebasan perkawinan antas sesama jenis kelamin. Wallohua'lam (Fachruddin) bishowab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar