TULISAN INI BAGUS banget, dan bila anda tidak menemukan kebagusan tulisan ini yang pantas untuk dibanggakan, maka pastikan bahwa sipoebulisnyalah yang telah melakukan kekeliruan sehingga sipembacanya tak menemukan sesuatu yang bermutu. Mengapa .... ?. Karena yang ingin saya kceritakan dalam naskah tulisan ini pada hakekatnya sedang bercerita tentang beberapa orang yang biasa biasa saja saya menyebut mereka biasa biasa saja adalah untuk menghjilangkan kesan hanya ingin memuji dan menyenangkan nama nama yang yang kami pilih sebagai konten tulisan.
Sebenarnya mereka ada lima bersahabat, tetapi yang akan saya tulis hanya empat saja, beliau setelah usia pensiun ini kembali ke tanah kelahiran, karena dibebani tugas keluarganya untuk mengurui warisan orang tua. Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada beliau maka ijinkanlah saya menulis empat orang bersahabat ini. Saya sangat menyadari sebagai bukan penulis profesional, maka tulisan ini akan memiliki kekeliruan cara menulis, dan lain sebagainya yang bersangkutan dengan teknik penulisan.
Sejauh apa yang saya pahami bahwa keempat sahabat ini masing masing memiliki karakter yang berbeda dan nyaris mendekati mendekati ekstrim. Intinya dan jelasnya adalah masing masing memiliki batasan sikap jelas, dalam aerian jauh dari sikap kemana angi deras bertip lalu demikian sikap yang diambil. tidak, yang saya kenal mereka memiliki sikap yang jelas dan sejatinya mereka konsisten dengan sikap masing masing, dan memang selayaknya memiliki hak untuk menyertakan alasan dan sedikit mempertshsnksn pendapat dan keyakinannya atas kebenaran sikap itu. Dan itu menurut saya telah mereka lakukan sewajarnya.
Tetapi yang menakjubkan bagi saya sejauh ini mereka tak pernah saya pergoki bersitegang urat leher hanya lantaran mempertahankan pendapat dan sikap pribadi belaka, kalaupun ada pihak yang umapamnaya sedikit agak serius atau sedikit meningkatkan volume suara, mendadak menahan untuk berbalas kata, dan yang ingin saya gambarkan bahwa mereka memilih untuk diam, merenung dan mencoba untuk mengangguk angguk kecil walaupun nampak bahwa anggukan itu belumlah finak, dan nampaknya mereka kehilangan spontanitas, barangkali karena mereka berfikir bahwa kaharmonisan persahabatan jauh lebih harus diutamakan.
Sebetulnya masih banyak yang bisa saya ceritajan tetapi inipun pantas saya hindari agar saya tidak kehilangan objektivitas. Yang menjadi pelajaran berharga bagi saya bahwa memang bila ingin persahabatan itu terpelihara hingga akhir masa, maka kebenaran yang kita yakini secara sybjektif memang harus dinomorduakan. Dan saya sepanjang bersahabat dengan mereka berempat ini belum pernah menemui mereka sedang berselisih tentang sesatu sehingga menonjolkan pendapat subjektif pribadi.
Terlepas apakah mungkin ada persamaan kepentingan subjektif dan persamaan itu terbentuk dalam waktu yang lama. itu bukanlah menjadi objekl p[erhatian saya, karena memang saya pikir dalam bersahabat itu maka adalah tugas kita untuk memperbanyak persamaan dengan sahabat sahabat kita serta menomor duakan perbedaan agar persahabatan itu bisa abadi. Selain itu Persahabatan itu juga menurut banyak pihak memang harus dipelihara. Dan dalam hal ini itulah yang saya temukan dalam persahabatan mereka, masing masing memposisikan diri sebagai penyambung manakala diantara mereka terdapat suatu kerenggangan, terlepas dari apakah itu menyangkut kepentingan subjektif, ataukan itu objektif. Saya melihat bahwa masing masing mereka memang memiliki potensi untuk mempererat hubungan mereka sehingga bisa berjalan bertahun tahun.
Persahabatan mereka bukan hanya berjalan selama beberapa tahun seperti persahabatan yang kita bangun, tetapi persahabatan mereka berjalan selama belasan tahun tampa cela, dan dalam persahabatan itu mereka berhasil mengumpulkan sejumlah persamaan yang jumlahnya lebih banyak ketimbang perbedaannya.
Maaf saya gagal menulis dengan narasi yang lebih baik, itu adalah karena kesalahan dan kekurangan saya pribadi, bukan karena kekurang baikan persahabatan mereka. Dan diam diam saya banyak mengambil pelajaran yang berharga. Wallohu a'lam bishowab.
....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar