Selasa, 09 Agustus 2022

SEKOAH TAK KONDUSIP SIWA TERNCAM PELECEHAN SEX DI SEKOLAH

KARYAWAN KONTRAK SEBAGAI PELAKUNYA 

DIDUGA CAPAI belasan tetapi baru tiga siswi yang mengaku kepada teman temannya mendapatkan pelecehan seksual dari seorang karyawan honorer perpuistakaan disebuah  Sekolah Negeri. berita ini sangat menyesakkan dada dan sekaligus sangat menghakwatirkan para orang tua atas keselamatan putra putrinya di sekolah karena pristiwa di sekolah ini diduga sudah berlangsung selama berathu tahun dan ketika dan ketika khabar ini viral korban sudah tideak lagi sekolah di SMP bersangkutan dan sudah duduk di SMA atau SLTA. Dan berat dugaan korban sudah banyak karena sudah berlangsung lama, apalagi para siswa sangat tertutup atas kejadian yang sangat mengancam masa depan mereka. mereka akan mengalami trauma dan bisa saja trauma itu akan melahirkan dendam atau prilaku buruk lainnya dan selanjutnya akan menjadi sesuatu yang juga merupakan ancamana khus bagi anak anak generasi sesudahnya. 

Bila demontrasi ini dodukung oleh para alumni sekolah bersangkutan maka bisa jadi mereka baru mendapatkjan keberanian untuk melakukan unjukrasa kepada pimpinan sekolah dan para pendidik serta karyawan lainnya di lingkungan sekolah yang bersanbfkutan, bisa jadi mereka yang unjukrasa itu ada yang memang pernah mengalami pelecehan seksual dan mungkin banyak yang sudah tau adanya pelecehan seksual yang sesungguhnya suf=dh terjadi secara berulang ulang tetapi tidak segera ditindak oleh para pimpinan di unit sekolah dimaksud dan kita justeru sangat khawatir sekali manakala sudah ada yang mengetahui tetapi tak berani melakukan tindakan baik prefentip maupun  tindakan antisipatip yang dilakukan sebelum masalah ini berkembang. 

Ini pertanda bahwa memang  sejatinya lembaga pendidikan kita sedang mengalami permasalah yang serius, apalagi memang sudah lama dunia pendidikan kita ini selalu diombang ambing oleh dunia politik, dumnia politik lebih banyak memberikan campur tangan sehingga apa yang dilakukan oleh sekolah dalam mengelola pendidikan Nasional akan selalu disesuaikan dengan mereka yang paling berpengaruh, dean mereka yang paling berpengaruh pada saat ini adalah kepentingan oligarki. 

Sebelum Kemerdekaan dahulu Pemerintrah Kolonial berulangkali mengeluarkan stuutdsbluud padahal maksudnya tak laijn dan tak bukan adalah dalam rangkamengkerdilkan dunia Pendidikan Nasional kita. berbagaicara mereka untuk menjerak kita agar dunia pendidikan kita memiliki ketergantungan kepada kepentingan luar. Dan satu hal yang harus kita waspadai ternyata Indonesia ini dengan segala ketergantungan memang telah diupayakan dalam wantu bertahun tahun, Undinesia akan diluncurkan sebagai Negara Besar dan mayoritas sebagai penganut agama, tetapi gjalanya akan  menjadi Negara pendudukung LGBT yang besar atau setidaknya sedang dirancang untuk barisan negara negara ytang mendukung  mereka yang menganut kebebasan  perkawinan antas sesama jenis kelamin.  Wallohua'lam  (Fachruddin) bishowab.

 


 

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 21 Juli 2022

BILA BAIK, MARI KITA GANDENG DINAS PENDIDIKAN UNTUK IPPK





PENGANTAR, niat Pengurus PWRI Dikbudparpora perlu kita berikan dukungan agar dapat melancarkan berbagai programnya, sekdar bandingan berikut ini kami kutipkan bahwa Dinas Pendidikan Kota Pekalongan  telah membentuk Ikatan Pensiunan Pendidikan dan Kebudayaan, hal tersebut tertuang dalam berita yang ditampilkan pada Bulan Januari 2022  di bulletin yang diterbitkan oleh Pemda setempat.

Menurut hemat saya model seperti itu boleh juga ditiru, dan kita berharap PWRI Dikbudparpora ikut membantu terbentuknya, bila IPPK yang ada sekarang adalah organisasi yang tidak memiliki garus vertikal Kabupate, Provinsi hingga Nasional. Saya kita banyak hal yang nantinya bisa saling membantu antara satu dengan yang lain sambil kita memantapkan peran peran PWRI sebagai Organisasi Pensiunan Sipil. 

Tentu tentang hal ini kita akan lebih mendalami apa dan bagaimana organisasi pensiunan Pendidik


KUTIPAN BERITA

Kota Pekalongan - Dinas Pendidikan Kota Pekalongan membentuk lembaga Ikatan Purnakaryawan Pendidikan Kebudayaan (IPPK) yang berlokasikan di area Kantor Dinas Pendidikan setempat. IPPK sendiri merupakan sebuah lembaga atau paguyuban para pegawai di Dinas Pendidikan setempat yang telah pensiun.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zainul Hakim, SH, MM mengungkapkan bahwa anggota IPPK merupakan para purna karyawan dari Dinas Pendidikan baik tenaga pendidik , pendidik maupun karyawan struktural yang setiap bulannya ada iuran secara sukarela, dimana dana itu dihimpun dan langsung disetorkan ke pengelola yang ada di Provinsi. IPPK Kota Pekalongan diketuai oleh Dai Wardoyo.

“Menurut informasi,  ini satu-satunya hanya ada di Jawa Tengah. Kegiatannya adalah salah satunya berupa bantuan sosial, misal ada anggota yang meninggal dunia, maka kepada ahli warisnya diberikan uang takziah senilai Rp17,2 juta,” ucap Hakim, Selasa (4/1/2022).

Hakim menyebutkan, pada hari Jumat kemarin, jajaran Dinas Pendidikan khususnya yang tergabung dalam IPPK berkoordinasi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) baru menyerahkan uang takziah kepada ahli waris sebanyak 6 orang diserahkan 6 orang ahli waris baik dari tenaga pendidik, kepedidikan maupun anggota dari unsur birokrasi sebagai bentuk menggalang kebersamaan antar karyawan dibawah Dinas Pendidikan Kota Pekalongan.

“Dari tenaga non ASN pun bisa ikut berpartisipasi ikut iuran, sejauh ini memang sementara menyalurkan uang takziah, kalau di KORPRI namanya santunan duka,” pungkasnya.



PWRI UNIT DIKBUDPARPORA PROVINSI LAMPUNG

BPK BUNYANA  sebagai tokoh senior PWRI Dikbudparpora Provinsi Lampung mengatakan kekecewaanya karena setelah berdirinya PWTI Unit Dikbudparpora dan bertekat untuk membentuk PWRI Unit Dikbudparpora Kabupaten/ Kita se Provinsi Lampung setelah sekian tahun berlalu koq baru di Kotamadya Bandar Lampung saja kita yang berhasil. Dalam kesempatan ini beliau tidak ingin menyalahkan siapapapun karena kita memiliki alasan yang paling ampuh, yaitu oandemi Coron 2019, hanya saja saya ingin menyarankan mari pembentukan Dikbud Parpora ini kita jadikan ikon program kita yang ajan datang, kita bentuk sebanyak banyaknya yang bisa kita capat dan syukur syukur jika bisa kita bentuk di seluruk Kabuipaten dan Kota, karena hal tersebut sangat memungkinkan. Di zaman Pandemipun ternyta PWRI Lampung telah melaksanakan pembinaan rasionalisasi Keorganisasian dan ternyata berhasil dilaksakana hatta di zaman pandemi. 

Kata beliau kita segera sempurnakan terbentuknya Kepengurusan yang baru

ACARA HALAL BILHALAL PWRI DIKBUDPARPORA PROV LAMPUNG 2022

KITA PASRAH KEPADA PANDEMI KATA PAK KETUA


TAK DITUTUPI kegembiraan dan kebanggaan Bapak Budiono, SK, SH pada Hari Selasa 14 Juni 2022  mengambil tempat di Puncak Mega Jaya Bandar Lampung diselenggarakan Musyawarah sebagai pelaksanaan Konstitusi yang menghadirkan PWRI Dikbudparpora Provinsi Lampung, berdasarkan Laporan Ketua pada saat pembukaan Acara itu dihadiri oleh 50 orang peserta dari 60 orang yang diundang, dan kata Ketua Panitia sangat memenuhi quorum / korum dan berhak mengambil keputusan rapat sesuai Konstitusi organisasi. Mendengar koor jawaban peserta  akan syahnya rapat yang akan fiselenggarakan siang itu, maka tamak  wajah Pak Ketua berkaca kaca. 

Saya benar benar dibuat tak berdaya oleh Pandemi 19 Corona, selama itu saya tak sangguup mengumpulkan banyak orang untuk meaksanakan program yang telah ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan dalam periode ini, bukan kami tidak beriusaha, tetapi kami gagal, kami takut untuk melanggar aturan protokl kesehatan, jika kami disalahkan, maka kami akan pasrah, kami tak mampu, dan kami tidak akan membela diri. Tetapi wajah dan senyumnya nampak sumerigah melahat para undangan satu persatu dan memenuhi korum. 

Bukan tak ada kritikan dan saran sebagai lazimnya laporan pertanggungjawaban, tetapi setiap aka kritikan  selalu saja peserta kanan dan kiri membisikkan kepada pembicara, kata kata namun penuh arti, "Cukup" kata mereka. Tetapi Pak Ketua berulang ulang mengatakan jika apa yang disdam[paikan itu petunjuk dan saran saran untuk yang akan datang saya minta janganlah disembunyikan kata Ketua dengan nada kepasrahan. 

Dalam rapat yang dipercayakan kepada Bpk Meladi sebagai pimpinan sidang ini selain menerima dengan bulat dan penuh toleransi kepada Pengurus Lama, laporan pertanggungjawaban diterima dengan suara bulat, dan Pengurus lama dinyatakan drmisioner. Pimpinan sidang mencatat beberapa saran saran, antara lain (1) Laporan pertanggungjawabanb diterima dengan full toleransi, (2) Pengurus yang akan datang tetap berpegang kepada Institusi, baik program maupun susunan Pengurus. (3) Program yang harus diprioritaskan adalah Pembentukan Pengurus PWRI Dikbudparpora di Tingkat Kabupaten dan se Provinsi Lampung. 

 

Untuyk melengkapi Kepengurusan telah ditunjuk Bapak Azwar Rais sebagai Ketua Tim Formatur, Timh ini diberikan waktu selama dua Minggu untuk memeilih Ketua serta anggota anggota Pengurus lainnya. 


Semoga Formatur dapat melaksanakan tugasnya tampa hambatan berarti. Sukses .... Salam Sehat  Wassalkamualaikum Wr Wb.