Selasa, 27 September 2022

Pensiunan Lama Umur 60 Tahun Ke Atas || Rincian Gaji Pensiunan PNS Golon...

,  

  BAGAIMANA PULA NASIB LANSIA


HIRUK PIKUK untuk memfasilitasi pejalan kaki dan pengendara sepeda di Ibuka Jakarta  saja sempat memperlihatkan ketidak sepahaman diantara Pemimpin seperti berlomba untuk tidak memiliki  kepada Lansia yang lemah dan juga sekaligus miskin. Seolah mereka tak mempercayai bahwa pada suatu saat mereka akan tua, mungkin mereka akan lemah dan banyak diantara sesama yang bernasib miskin. Sehingga mereka yakin harus bergelap mata karena tidak seka dengan sesuatu yang bertentangan dengan keperluan subjektif politik secara kuran fair. Di Negra Ngara maju fasilitas pejalan kaki sangat ditamakan karena kampanya jalan kaki menjadi tren terkait dengan kesehatan dan keteraturan  sementara kita dijadikan bahan untuk menganulir hasil pembangunan Fasiltas pejalan kaki di Jakarta serta merta terancam kelanggengannya, konon karena pengendara mobil mewah merasa terganggu. Terlalu.

Sabtu, 24 September 2022

DARI KEJUTAN GAMOLAN CETIK SAMPAI KEHARUAN LUAR BIASA.

DIOERTEMUKAN GAMOLAN SAKTI 


KEMARIN SABTU, 24 September 2022 di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.  Di saat  saya sangat menikmati kehadiran digedung yang penuh kenangan itu.  Saya menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan oleh PWRI Dikbudparpora (Pendidikan Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga) banyak sekali kenang kenangan yang tekait dengan Gedung di tempat acara itu dalam ingatan saya di situ bertahun tahun saya bekerja dan bersukaria. , dia menjadi sepesial bagi saya dalam pertemuan itu. Apa kabar Kak sapa seorang pria yang nampaknya masih sangat muda atau setidaknya jauh lebih mudah Dia bila melihat form wajah kami berdua. . Dia hadir di pertemuan itu dalam rangka mendampingi tim angklung PWRI Lampung. Dia sodorkan tangannya kepada saya, Apa kabar Kak ... ? Kita satu alumni di PGA ... hah betulkah ... tanya saya heran ... nama Kakak Fachruddin kan ... ?  betul ... !. Saya mencoba memutar ingatan tapi saya gagal menyangkutkan satu ingatanpun .... Maaf siapa NamaMu ... ?  Saya Hasyim Khan ... saya tambah bingung ... oh .., Kapan kita jumpa yang terakhir kalinya ... saya coba memancing ingtan ... Memang belum pernah ketemu Kak ... saya Heran mengapa dia seakrab ini. Saya Angkatan 81 di PGA Kak ... Saya Angakatan 74 kata saya ... kami seperti gagal menyatukan ingatan ...  Ok terima kasih sudah mengingatkan ... Hasyim Khan ... nampak kecewa dengan respon  dan ucapan  saya. Nampak dia kecewa sekali karena saya dianggap dingin.

Saya membutuhkan beberapa menit untuk menyegarkan igatan saya himgga 20 tahun yang lalu, Alhamdulillah ...  waktu tim angklung dan cetik (nama alat musik yang dibawa oleh Tim) ... saya berteriak keras dalam hati ....  segera saya yemua dan dan saya salami tangannya erat erat ... Kamu Hasim Gamol kan ... ?   Saya lihar wajahnya sangat gembira dan cerah sekali  Ya ... saya Hasim Camol ... katanya Kami berdua berjabatan lagi. Lalu ia bercerita bahwa Ia diminta mendampingi Ibu Ibu PWRI iuni. Saya mengucapkan terima kasih ... atas partiosipasinya. Dan memintanya untuk bersabar bila Ibu Ibu kami lambat dalam menangkap maksud Hasyim Gamol ... yang sabar ya ... kata saya ... penuh haru dalam pertemuan yang tak disangka sangka itu. 

Saya baru tahu tahu jika kami satu Abituren ... kami lulusan dari sekolah yang sama. Jika tak silap memang dalam akun youtube atau aku facebook identitas saya memang saya lengkapi dengan pendidikan, bisa jadi iseng iseng  Hasyim membaca identitas saya sehingga beliau tahu saya abituren sekolah apa, yang ternyata kami sama. 

Tapi saya baru ingat bahwa Hasyim Gamol itu bagi saya adalah Spesial, nama Gamol dia lekatkan di Kebesaran namanya, dan secara pribadi memang sitilah gamol lebih dahulu melekat diingatan saya ketimbang Cetik, walaupun sama. tetapi Gamol lebih dahulu saya kenal. Seorang seniman Bali mencoba mengurai musik Gamoil atau Cetik ini, sehingga musik tabuh khas Lampung ini bisa dibaca notasinya. 

Pada saat itulah Hasyim Gamol memviralkan sebuah lagu rakyat yang kita kenal sebagai Gamolan Sakti. Saya demikian berbunga bungan mendengar lagu Gamol Sakti itu, karena memngingatkan  masa kecil saya, Mengingatkan saya dengan seorang sahabat kecil, anak kesayangan keluarga besarnya.  Namanya dilekatkan dengan Lagu, sepertinya lagu itu adalah lagu wajib. Saya tidak tahu apa judul lagu itu, tetapi saya sangat ingat dengan irama dan   pootongan liriknya.  Lagu  Gamolan Sakti itu. 

Patangan lirik lagu Gamolan Sakti bagi saya adalah sangat  saya terkait dengan seorang sahabat saya waktu klecil dahulu, namanya Roaini, Neneknya atau Tamongnya adalah seorang Wanita dari Keluarga besar Prenong, Prenong adalah salah Satu Kebuayan dari Paksi Pak Sekala Berak dahulu komunitas ini tinggal di Sekitar Lampung Barat.  Saya lahit tahun  1954 dan sangat akrab  dengan ptongan lagu dan itu  adalah sekaligus sebagai pesebaran penduduk selalu saja dalam proses yang selalu  hidup.

 


Dahulu lagu itu ditujukan bagi Sang Nenek, Lalu menurun ke Ibunya, dan pada masa kami masih Balita maka lagu Gamolan Sakti nampaknya ditujukan bagi Sang Cucu atau Umpu, dan Sang Cucu adalag Generasi yang seusia kami. Keluarga Prenong memang memiliki tradisi untuk mempopulerkan keluarganya  dari Jenis Wanita  Ketika  Lagu ditujukan Untuk Sangh Cucu yang kebetulan kami Sebaya. Maka beginilah bunyi dan liriknya : 

        Nak Ninak ... Ni Nak Ni Gung Gamolan Haji Suhay ... 
        Wat Mulli  ... Jak Gedung ... Yaddo Tamong Ni Roai.

 DOA UNTUK KELUARGA ROOFIAH

 karena Dia adalah adik Kandung dari Seorang Teman kami berdua selalu bersama mulai dari SLTP  hingga SLTA bahkan juga waktu kuliah, walaupun beda Fakultas. Adiuknya bercerita bahwa suaminya telah tiada, dia mohon dorongan doa untuk almarhum, yang meninggalkan keluarga secara tiba tiba, justeru pada saat mereka ngobrol santai berdua, saya sangat terharu mendengarnya hingga tak mampu saya membendung airmata saya, dan tak sepatah kata mampu saya ucapkan beberapa kali dia bicara tolong maafkan dan doakan, sayapun hanya bisa menggangguk angguk saja, untuk saya mengenakan masker ... masker saya  raeuik ke atas hamir penutupi mata saya, namun air mata saya semakin deras ... beberapa kali saya tersedak .. sehingga tak sepatah katapun mampu saya ucap. Sem,oga Almarhum diampuni dosanya, dan dilipatgandakan ganjanran amalan kebajikan sehingga 

maap .... tulisan ini belum selesai.



Sabtu, 10 September 2022

KEUANGAN PEMERINTAH KEDODORAN, GAJI PENSIUNAN AKAN DIROMBAK

PENSIUNAN  AKAN SENGSARA ATAU SEMAKIUN BAHAGIA ? 


PENGURUS PPI langsung merespon dan  keberatan dikatakan Pensiunan PNS hanya membebani Keuangan Pemerintah bukankah  selama jadi PNS diwajibkan melakukan penyetoran tabungan selama aktif sebagai PNS. dengan proses pemotongangaji secara otomatis. Kita meminta kepada Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan bagaimana hitung hitungannya sehingga pensiunan hanya menambebani Keunagn Pemerintah saja. Kita juga membutuhkan hituing hitungan sehingga Mantan Anggota DPR diberikan gaji pensiun seumur hidup. Kita memang memiliki keyakinan bahwa nampaknya dana pensiun itu banyak dan menggiurkan. Berita tentang Korupsi besar besaran di Asabri pengelola Asuransi Pensiunan. Saling Serang pendapar antara Qomaruddin Simanjuntak dengan Yusril Ihza Mahendra  berselesih mengenai Rencana Pimpinan PT Taspen Untuk menganggarkan Terilyunan Dana untuk membiayai pelaksanaan mensukseskan Pemilu 2024 yang akan datang. Dari dua contoh itu saja kita menjadi mafhum bahwa Uang yang dikelola sebagai hasil  Pungutan Uang Pensiun dalam bentuk Asuransi selai jumlahnya banyak dan itu sangat menggiyurkan untuk diutak atik. Kita yakin nanti pada saatnya kita akan temukan sistem pengelolaannya dengan cara duduk bersama termasuk kelompok pensiunan itu sendiri. 
Silakan dibaca Kutipan berita ini, semoga wawasan kita menjadi bertambah dan bermanafaat bagi semua : 

UNTUK meningkatkan kesejahteraan pensiunan di Indonesia, Persatuan Pensiun Indonesia (PPI) mendesak pemerintah merevisi undang-undang pensiun agar lebih baik, terukur, terstruktur, dan adil.Menurut Wakil Ketua PPI Bambang Setiadi, pensiunan di Indonesia selama ini berpegang kepada UU Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai namun dalam perkembangannya banyak kasus-kasus yang tidak bisa diselesaikan melalui undang-undang tersebut.

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/ekonomi/519710/uu-pensiun-dinilai-perlu-direvisi-agar-lebih-baik-terukur-terstruktur-dan-UNTUK meningkatkan kesejahteraan pensiunan di Indonesia, Persatuan Pensiun Indonesia (PPI) mendesak pemerintah merevisi undang-undang pensiun agar lebih baik, terukur, terstruktur, dan adil.Menurut Wakil Ketua PPI Bambang Setiadi, pensiunan di Indonesia selama ini berpegang kepada UU Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai namun dalam perkembangannya banyak kasus-kasus yang tidak bisa diselesaikan melalui undang-undang tersebut. "UU ini perlu direvisi disesuaikan untuk antisipasi munculnya kasus baru yang berbeda dengan ketika UU itu dibuat paling tidak tema UU sudah berubah bukan hanya Kepegawaian dan Aparatur Negara, mungkin sudah menyinggung politik keuangan negara," kata Bambang dalam keterangan tertulis.Keberadaan UU pensiun versi baru itu akan menjaga wacana-wacana yang terjadi dalam dua bulan terakhir dapat dihindari.Dengan undang-undang pensiun baru para penanggung jawab pengelola dana pensiunan tidak dapat membuat skenario dan pengelolaan dana sembrono karena harus mengikuti aturan undang-undang.Lebih tegas lagi, undang-undang akan mencegah dana pensiun menjadi jarahan korupsi seperti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.Dana pensiun menjadi lebih banyak manfaat daripada mudaratnya. Masalah-masalah yang muncul dalam dua bulan terakhir ini misalnya, dapat dipastikan diatur dalam UU Pensiun, versi baru. tidak lagi terjadi UMR lebih tinggi dari pensiunan, juga pemanfaatan dana pensiun selain untuk kesejahteraan pensiunan dapat dihindari.  Undang-Undang akan menjadi standar baru transparansi dan pengelolaan rencana pensiun karyawan secara pribadi. Undang-undang tersebut menjaga penggunanaan dana yang tidak dikelola dengan baik sehingga ribuan orang kehilangan manfaat pensiun mereka.Namun undang-undang juga mengharuskan pegawai atau karyawan membayar jumlah tertentu, dan bekerja untuk jangka waktu tertentu sebelum mengklaim manfaat pensiun.Negara dan Pengusaha diharuskan memiliki sistem pendanaan untuk mendukung rencana pensiun. Selain itu, pemerintah  membentuk lembaga yang akan memastikan pembayaran kepada karyawan untuk program pensiun tertentu jika terjadi kebangkutan.Untuk Indonesia, yang jumlah pensiunannya berkisar antara 3-4 juta orang, suatu UU yang mengatur dana pensiunan harus menjadi kebutuhan masyarakat dan perhatian legislator. Revisi UU Pensiun harus menjadi prioritas dan jadwal kerja para anggota DPR RI.Sebagai acuan Bambang menunjuk Inggris yang memiliki UU Pensiunan tertua di dunia sejak 1908 yang mengatur pensiun hari tua non-iuran untuk orang-orang di atas usia tujuh puluh, dengan biaya yang ditanggung oleh, umumnya pembayar pajak.Baca juga : Dana Pensiun Jadi Beban Negara Dapat Turunkan Produktivitas PNS dan TNI-PolriSebagai syarat penerima antara lain harus telah tinggal di Inggris Raya dan Irlandia setidaknya selama dua puluh tahun.Kemudian negara paling muda memiliki undang-undang pensiun adalah Kamboja, yang baru saja mendeklarasikan National Pension Scheme bulan Juli 2022 lalu.  

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/ekonomi/519710/uu-pensiun-dinilai-perlu-direvisi-agar-lebih-baik-terukur-terstruktur-dan-adil

Kamis, 08 September 2022

PWRI KEHILANGAN MOMENTUM. PPI LAH ALTERNATIFNYA


PESAN Bapak Anshori Djausal jangan dibesar besrkan bagaimana pristiwa Munas yang lalu, karena Para Pensiunan sekarang sedang menghadapi masalah besar yang lebih mendesak dibahas maka, PPI Indonesia adalah alternatifnya. Dan apa yang diusung PPI itu adalah semangat pembaharuan sebagai hasil Pramunas yang tak dibahas di Munas Jadi bila kita masih ingin membahas apa yang terjadi pada saat Munas maka itu akan menyeret kita kembali ke sekian puluh taghun atau beberapa periuode sebelumnya. atau setidaknya kita kembali ke sebelum Munas. Jadi membicarakan Munas kembali adalah penghabisan waktu yang akan sia sia, karena sudah terikat dengan sikap anti pembaharuan., seperti yang diinginkan oleh Hasil Hasilk Pramunas yang tak dimanfaatkan dalam Munas. 

Keberadaan Pensiunan sekarang memang membutuhkan pemahaman dan Pembahasan yang yang kritis, kita harus kaji segala sesuatunya secara kritis da proporsional. UU yang ada belum memiliki keberpihakan dan keadilan bagi Para Pensiunan. Di luar sepengetahuan orang banyak dan para pensiunan itu sendiri bahwa uang pennsiunan yang dikelola  itru sangat banyak sekali, dan pengeluaranpun akan dilakukan secara bertahap, sementara  uang iyuran dari calon pensiunan yang masih aktif sangatlah banyaknya dan pembayan nanti dilaksanakan secara bertahap pula. Itulah sebabnya begitu banyaknya pihak yang tergiur dengan dana pensiunan itu.  Itulah sebabnya pihak yang ditunjuk oleh Pemerintah harus bisa bekerjasama dengan pihak  Pensiunan sesuai dengan kreteria pensiunan yang sekarang sudah mulai diperbaiki, menurut Pak Anshori Djausal Ketua Sementara PPI  Lampung  kita harus hati hati karena dana pensiunan ituy adalah sebuah potensi yang bukan klecil, yang selama ini PWRI tidak memiliki rasa keingintahuan sama sekali, padahal potensi yang ada iktu sebenarnya juga sekaligus merupakan potensi yang bisa nensejahterakan  para pensiunan itu sendiri. Itu kelemahan dan ketrlambatan PWRI yang dialami selama ini, dan justeru pada saat Munas yang lalu ternyata tidak jadi dibahas. 

Para Pensiunan gagal mem[populeritaskan kata Wredatama yang memiliki kemaknaan filosofi yang mendalam, tetaoi PWRI lebih didominasi oleh kelompok Wartawan, sehingga PWRI Wartawan jauh lebih populer dibanding PWRI wresatama, sebagai orang tua yang memiliki berbagai keutramaan. Itulah sebabnya Pemerintahpun sangat merespon PPIU sebagai kelompok Pensiunan, dan kata Pensiunan lebih cocok di mata uyawam sebagai merk dan nama kelompok Pensiunan 

Sikap Pemerintanh sangat positp dalam menerima kelompok Pensiunan ini dengan menggunakan istilah pensiunan. Bahkan pihak Pemerintah berkenan memberikan sejumlah petunjuk yang disampaikan oleh Pemerintah kepada sejumlah orang yang sedang mempersiapkan Organisasi ini  sehingga cepat sekali persyaratan berdirinya organisasi yang baru bisa terpenuhi dalam tempo yang sangat singkat.  PPI sudahj mengantongi surat persetujuan dan SK pun keluar beberapa hari setelahnya. Dan  PPI mulai sejak itu, sebulan lebih yang lalu sudah mulai beroperasi. 

PWRI Lampung adalah  termasuk  dalam 20  PWRI dari berbagai Provinsi yang tegas menolak pertanggungjawaban dan tak mengakui Hasil Munas PWRI yang lalu dan telah bertsama sama aktif membentuk membangun dan membina PPI sambil menghabiskan Periode Kepengurusan masing masing. Semoga PPI bisa melaksanakan kerjasama bersama Pemeriuntah sehingga tunggakan yang lalai dilaksanakan pada saat yang lalu bisa dilaksanakan demham kerjasama yang lebih kokoh lagi, semoga.   


PWRI LAMPUNG IKUT MENDORONG BERDIRINYA PPI INDONESIA.


SEPULANG MUNAS  Tim Utusan Lampung dalam  acara penting itu yang dipimpin Langsung Ketua, mengumplkan Para Pengurus secara virtual. Dalam kesempoatan itu juga diikuti Utusan Kabupaten untuk menyimak bersama apa yang disampaikan oleh Pengurus sebagai Laporan Pertanggungjawaban kepada Organisasi yang mempercayai mengemban Tugas dan memperjuangkan mission dalam pelaksanaan Munas PWRI. 

Sungguh sangat menggemnbirakan kita sebelumnya ternyata Lampung menjadi Salah satu Provinsi yang diundang untuk mengirimkan  seorang Utusan untuk mengikuti acara Pramunas,  Dalam acara Pramunas mereka dibebankan tugas untuk merumuskan sesuatu yang sangat Strategis seperti membahas masalah nama yang berhimpitan dengan Nama Organisasi Persatuan Wartawan yang juga memakai nama PWRI. Hal ini bertahun tahun dijadikan bahasan, tetapi tampa menghasilkan sesuatu yang berarti bagi organisasi. Ada semacam keterbelahan antara kelompok PWRI pembaharuan dan PWRI anti pembaharuan, inilah sebabnya tampa diduga oleh banyak pihak  ternyata 20 Provinsi menyatakan "Menolak Pertanggungjawaban Penurus" 


Adalah satu kenyataan yang sesungguhnya sulit diterima akal jika PWRI sebagai Organisasi para Sesepuh itu ternyata tak mampu untuk mengekspressikan mental demokrasi, satu pihak anti pembaharuan, versus pihak yang tak benkenan menerina Laporan Pertanggungjawaban. Menurut hemat saya  seoertinya ada pihak yang sangat membanggakan semacam nosralgia, sehingga enggan sekali jika PWRI  kehilangan  kenangan manis. Dan saya sendiri yang memang tak hadir dalam acara itu, tetapi dengan segala kekurangan  saya hanya bisa mengungkap hal hal yang ringan ringan saja, tetapi rekaman Sambutan Pak Luman selaku Ketua PWRI Provinsi Lampung, mungkin banyak pihak dengan pengalaman yang lebiuh luas mampu dan bisa memahami dengan pemahaman yang dalam. 

Saya ingin mengutip pernyataan Bapak Anshori Djausal Ketua sementara PPI Lampung, yang mengatakan bahwa "Memang Sudah Saatnya PWRI itu berubah, dan pemahaman saya, manakala tidak segera merubah diri maka maka Para Pensiunan akan kehi;langan momen yang sangat berkaitan dengan masa depan dan Kesejehateraan mereka. 

Srkali lagi saya ingin mengingatkan kepada kita semua, bahwa Kita PWRI Lampung membebankan kepada Tim Utusan PWRI Provinsi  bahwa dalam Munas harus berpihak dan memperkuat Kelompok Pembaharuan sejak masa tahap tahap Pramunas yang dilakukan jauh lebih panjang waktunya dibanding pelaksanbaan Munas Itu Sendiri, tetapi ternyata hasil hasil pertemuan Pra Munas itu dengan berbagai strategi mereka tolak dengan cara kehilangan waktu untuk membahasnya. Sebagai seseorang yang tak ikut Munas maka sangat mungkin saya mengalami kekeliruan, tetapi itulah yang saya pahami dari informasi yang memang cukup terbatas.  Semoga bermanfaat.  Semoga PPI mampu membelakan kepentingan para lansia.  Aamiin. 

Rabu, 07 September 2022

PWRI ITU BUKAN KITA TINGGALKAN, TETAPI KITA JADIKAN SEJARAH YANG MEMBANGGAKAN


WALAUPUN muncul istilah atau nama baru yaitu PENSIUNAN INDONESIA Salah sau penyebabnya adalah karena telah berapa tahun berselang ini PWRI kurang memiliki perhatian untuk diperbaikinya UU Kepensiunankarena UU yang ada kurang menyentuh maslah Keadilan, Kestrukturan dan Keterukuran.Kita menjadi miris ketika rerjadi penggelapan besar besaran di lembaga Kepensiunan dan yang terakhir justeru lebih mengerikan lagi adalah munculnya rencaa akan menggunakan dana besar untuk kepentingan politik, dana itu konon akan dikeluarkan oleh 0leh lembaga yang uyang ikut mengelola dana pensiunan. Walaupun yang terkhir ini masih rencana, tetapi karena  karena sudah diviralkan sebelumnya maka kita berterima kasih karena dengan demikian maka dana yang dikelola oleh PT Taspen nantinya akan terselamatkan dari dari penggunaan dana  pensiunan dari kepentuingan politik. artinya penggunaan dana pensiun untuk kepentingan politik bisa dihalangi. 


Saya setuju sekali dengan pendapat Pak Anshori Djausal, beliau ditunuk sebagai Ketua Sementara PPI Lampung yang akan menghantar PPI sementara sampai terbentiuknya pengurus yang definitip. Bagi kita sebagai Pengurus PWRI untuk sementara kita tetap melaksanakan  Program PWRI, apalagi periode Kepengurusan memang suadah ada di penghujung POeriode. Maka kita tuntaskan  program yang sudah dibebankan ke atas pundak kita, tetapi dalam waktu bersamaan kita mermbantu memperlancar program pembentukan PPI setidaknya dalam level yang kita geluti. Artinya jika kita berada di lingkungan Kepengurusan Kepengurusan PMRI Dikbudparpora, maka kita harus membantu terbentuknya PPI Dikbudparpora. 

Bagi kita Pengurus PWRI Dikbudparpora yang periode mendatang maka saran saya kita langsung saja mengganti nama menjadi PPI Dikbudparpora Provinsi Lampung  dimana Pengurus Barunya baru akan dilantik pada bulan ini ataupun bulan depan. Saya menganjurkan agar Penguirus PWRI Dikbudparpora sebaiknya melakukan kontak dengan Pengurus PWRI Lampung atau juga sekaligus mengundang Ketua Sementara PPI Lampung untuk mendapat penjelas terkait segala sesuatunya.  Apalagi mada saat ini memang sedang sangat dibutuhkan penjelasan tentang terkait kehadiran  PPI Lampung, Maka informasi secara resmi memang sangat dibutuhkan.  Syukur syukur bila pada saat Pelantikan nanti kita sudah menggunakan nama baru yaitu PPI DikbudparporaLampung tampa melupakan PWRI Dikbudprpora Lampung.  




UNTUK meningkatkan kesejahteraan pensiunan di Indonesia, Persatuan Pensiun Indonesia (PPI) mendesak pemerintah merevisi undang-undang pensiun agar lebih baik, terukur, terstruktur, dan adil. Menurut Wakil Ketua PPI Bambang Setiadi, pensiunan di Indonesia selama ini berpegang kepada UU Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai namun dalam perkembangannya banyak kasus-kasus yang tidak bisa diselesaikan melalui undang-undang tersebut.

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/ekonomi/519710/uu-pensiun-dinilai-perlu-direvisi-agar-lebih-baik-terukur-terstruktur-dan-adil
02 September 2022, 20:34 WIB UU Pensiun Dinilai Perlu Direvisi agar Lebih Baik, Terukur, Terstruktur, dan Adil Mediaindonesia.ocm | Ekonomi

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/ekonomi/519710/uu-pensiun-dinilai-perlu-direvisi-agar-lebih-baik-terukur-terstruktur-dan-adil
UU Pensiun Dinilai Perlu Direvisi agar Lebih Baik, Terukur, Terstruktur, dan Adil Mediaindonesia.ocm | Ekonomi

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/ekonomi/519710/uu-pensiun-dinilai-perlu-direvisi-agar-lebih-baik-terukur-terstruktur-dan-adil

Selasa, 06 September 2022

DEKLARASI PERSATUAN PENSIUN INDONESIA (PPI) PERJUANGKAN KESEJAHTERAAN PE...

 

KITA BERHARAP BANYAK KEPADA KEHADIRAN PPI INI  


MENGUTIP PERNYATAAN Bapak Anshori Djausal  Ketya PWRI OPI Unmila Lampung yang mengatakan memang Organisasi Pensiunan itu pada saat ini sedang sangat membutuhkan berbagai perubahan Keorganisasian Pengelolaan Pensiunan sehingga Para Pensiunan merasa dihargai. Pada saat yang bersamaan  telah berdiri Orgasnisasi Persatuan Pensiunan PPI selain telah menyesuaikan dengan Aturan Aturan yang berlaku maka yang juga sangat penting adalah intri kehadiran Organisasi Forum Pensiunan PPI ini intginya adalah upaya agar para Pensiunan itu memiliki kemampuan mencapai Kesejahteraan, dan mendorong agar Pemerintah lebih mampu memberikan Penghargaan kepada para Pensiunan. 

Lalu apa sih nanti yang bisa didapatkan dari PPI ini ... ?, Yang jelas PPI hadir sudah akrab dengan aturan aturan yang berlaku, umumnya aturan aturan itu adalah sesuatu yang memang ralatip baru serta belum banyak pensiunan yang memahaminya.  Maka sangat wajar sekali Bipak Anshori Djausal bisa spontan menerima kehadiran PPI ini walauopun masih terbatas  apa yang bisa disampaikan kepada beliau, tetapi beliau termasuk masih memiliki kelincahan untuk memahami SAturan Aturan yang baru dan memang masih baru disyahkan. Namun demikian beliau masih memiliki kelincahan untuk mengapresiasinya. 

Adalah berkah bagi kita semua ketika PWRI OPI Unila Lampung menyatakan menerima kehadiran PPI dan lalu menampaikan Testimoni Akan Penerimaanya. Dan syukurnya lagi beliau menertima Untuk Menjadi Ketua Sementara PPI Lampung dan untuk itu beliau akan mendampingi hingga terbentuknya PPI Lampung yang definitip. 



SAYA YAKIN 2024 TUNTAS PWRI JADI PPI UNTUK SELURUYH LAMPUNG.

PERUBAHAN BERLANGSUNG SECARA ALAMI 


MELIHAT PERKEMBANGAN PWRI  setelah menyia nyiakan momen Munas Yang lalu dan keseriusan para peserta Rapat Rapat Pramunas untuk mempersiapkan sejumlah pembaharuan guna mengatasi berbagai keterlambatan Berapa periode untuk mentasi sejumlah ketidak jelasan yang membuat PWRI menjadi sulit berkembang.Lalu bertahannya sejumlah senior untuk mempertahankan Nostalgia sehingga Mujnas dipaksa untuk tidak memutuskan sesuatu yang dibahas secara seriys pada saat Pramunas. Maka puncaknya adalah sejum;lah kekecewaan karena ternyata PWRI dalam Periopde beriktnya akan menghadapi kesulitan yang sama dan baru akan dibahas ulang pada Muinas pendatang. 

Ketika ternyata Pengurus bentukan Hasil Munas masih bertahan, dan walauoun Ketua Hasil Munas ujung ujungnya mundur dari kewajiban memangju kwepercayaan Munas lalu telah diupayakan memilih Ketua baru, tentuy denganm segala kelemahannya dari kembali Ketua yang baru ditunjukuk Itu kembali mundur ini menunjukkan memang Produk hasil benar benar lemah. Nama yang tumpang tindih denan  Organisasi Wartawan serta kelemahan sistem rekrutment keanggotan yang justeru menjadi kelemahan yang sangat mengecewakan ternyata ada yang ingin sekali memperttahankannya. Tentu juga duitambah berbagai hal yang justeru menjadi ganjelan selama in  justeru tak mampu dibahas karena sesuatu dan lain hal yang non teknis saja. Tetapi berakibat sangat vatal bagi PWRI 

Tetapi walaupun nanti akan terjadi perubahan nama menjadi PPI (Persatuan Pensiunan Indonesia) tetapi PWRI akan tetap diabadikan karena tidak boleh hilang dalam catatan sejarah , PWRI adalah merupakan bagian dari sejarah perkembangamn PPI  dan ini terjadi karena dibutuhkannya sebuah perubahan yang tak sempat digarap secara serius oleh peserta Munas yang lalu. 

Kita berharap PWRI Lampung akan mengalami perubahan secara wajar wajar saja. Tetapi harus diingat bahwa Pengurus PWRI Lampung dalam Rapat anggota PWRI Lampung, Anggota PWRI Lampung meminta agar Pengurus PWRIU Lampung diminta oleh peserta Rapat untuyk menjadi pelopor perubahan yang harus dilakukan oleh PWRI dan alternatif terakhir adalah melakukan ganti nama sesuai dehga alur pembenyukan Orghanisasi baru sesuai dengan Aturan yang berlaku. 

Jumat, 02 September 2022

MARI KITA RAWAT AGAR ORGANISAS PENSIUNAN TETAP TUMBUH SEHAT

SAMPAI SAATNYA NANTI PEWARIS KITA YANG MELANJUTLAM 





DALAM DUNIA  NYANYI MENYANYI  saya ini tak akan masuk nominasi karena tak memenuhi sarat,  dan saya mulai berani mengeluarkan suara benrana itu setelah menerima SK Pensiun. itupun denga harapan orang akan memaklumi segala kekurangannya, dengan alasan, maklum namanya juga sudah pensiun, penyanyi asli pun yang sudah pensiun juga akan  merosot kemampuannya, alhamdulillah orang orang tidak mau mengomentari, cukup mereka menghindar saja untuk mendengar. Namun demikian  saya memiliki alasan yang penting dalam menyanyikan lagu ini  

Lagu ini judulnya Flamboyan berguguran, lagunya bimbo, tapi  dengan agak memaksakan diri saya menyanyikan lagu ini sekedar ingin menggambarkan perasaan dan kekhawatiran saya bahwa PWRI benar benar akan terancam bubar, berguguran dan sulit akan bersemi kembali ditempat yang sama. Semula dari pertemuan yang diselenggarakan  secara virtual. pada pertemuan itu kami mendapatkan info bawa Munas PWRI yang baru selesai beberapa hari sebelumnya berakhir secara tragis dalam bentuk sejumlah Daerah menyatakan menolak segala Hasil Munas, dan kelak penolak Hasil Munas ini mencapai 20 Daerah tk Provinsi. 

Lalu pertemuan  berlanjut dan dilaksakan di Lampung Tengah dan Lampung Tengah mengusulkan diri sebagai Tuan Rumah, dan dengan senang hati mempersilakan Seluruk Pengurus  timgkat Kabupaten dipersilakan datang ke Lampung Tengah untuk membicarakan hal ini lebih lanjut.  Dan hasil dari pertemuan justeru Mengamanatkan Kepada PWRI Prov Lampung untuk lebih membulatkan ksepakatan untuk menyempurnakan Hasil Munas agar sejalan dengan Hasil Pramunas yang tak sempat dibahas selayaknya seperti yang diamanatkan dalam Pramunas. Atau mengambil langkah langkah lain yang memiliki prospek yang lebih menjanjikan bagi Para Pensiunan. Para peserta Musyawatrah yang diperluas itu mengamanatkan dan mempercayakan, serta siap mendukung hasil hasil dari upaya perbaikan tersebut. 

Kini langkah perbaikan itu telah diumumkan dan bahkan telah didaftarkan yaitu mendirikan Organisasi Pensiunan yaitu  " Persatuan Pensiunan Indonesia "  disingkap PPI.  Organisasi ini sudah resmi didirikan dan salah satu pendirinya adalah PWRI Lampung atas amanah yang diberikan dan dibebankan oleh Musyawarah PMRI Lampung yang diperluas dan diselenggarakan di Lampung Tengah.   Alhamdulillah kepercayaan yang dibebankan kepada Pengurus PWRI Lampung telah berhasil diemban dengan baik, bersama 20 Provinsi lainnya telah mendirikan  Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Brdiri atas Dasar Keputusan Kmenterin Hukum dan Kak Azazi Manusia  pada 3 Juni 2022. 

Kita memang membutuhkan sebuah  Organisasi Pensiunan yang akan menghantar para Pensiun untuk memiliki wawasan yang menghantar pada kesejahteraan yang modern dan Konstitusioan, bukan sebuah organisasi yang sekedar teringat dengan nostalgia kesejahteraan masa lalu, tetapi harus memiliki pandangan pandangan masa depan yang luas. Kita berharap anggota PWRI tidak terlalu mempermasalahkan perubahan ini, karena kita tidak boleh tenggelam dalam keindahan nostalgia, pada saat ini memang lemabaga organiasi Pensiunan membutuhkan sebuah perubahan.  Insya Allah. 

Kamis, 01 September 2022

TOLONG YA PAK SELAMATKAN UANG PENSIUNAN KAMI .. hehe

SEMOGA SAJA YANG KITA LIHAT SEBAGAI FITNAH TERNYATA BERKAH.


WAJAR DONG KALO kami sebagai pensiunan juga ketar ketir jika ada penggunaan gajjh pensiunan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, apalagi ini lagi jamannya Sambo yang membuat kami tarik nafas panjang, karena ternyata ada aliran dana yang berasal dari perjudian, penyelundupan dan pelacuran, sehari hari kami di jejali berita berita yang tak sedap dan akan mengancam keselamatan Bangsa. Harapan kami semoga hukum bisa ditegakkan, yang bersalah dihukum berat, dan lembaga Kepolisian bisa segera membenahi diri. Ini bakal rumit Bosh karena Ahli Hukum  mengaitkan dengan Kasus Penembakan KM 50 . 

Lawadalah ada berita yang haru kita saring kebenarannya yaitu rencana penggunaan dana PT Taspen untuk mensukseskan tercapainya Pilpres 2024 yang akan datang. Waduh ... ksalo boleh berharap kepada mereka yang sedang berkuasa , tolong dong . selamatkan Uang Pensiunan kami ... hehe. 

Semoga saja berita ini hoax dan kalaupun seandainya  benar ada program itu  pemenangan calon tertentu dalam Pilpres 2022 yang akan datang maka secepat mungkin diambil tindakan propentip dan jika sudah jelas siapa siapa dibalik itu maka secepatnya ambil tindakan yang konkrit agar gaji pensiun kami yang kecil bisa termasuk yang diselamatkan, tetapi sebelumnya berikan Pengacara Qomarudin  Simanjuntak untuk mnjelaskan terlebih dahulu. 

Walaupun bagaimana kita harus berterima kasih kepada beliau yang telah bicara sebelum semuanya terjadi. Kita menangkap adanya kemulyaan sikap beliau ketika beliaupun tak segan segan mengkritik Prinsiwa dan Penanganan Kasus KM 50, dan kita juga berharap dihentikannya Saling cerca Antara Cebong dan Kampret serta memami maki Kadrun, berkacalah kepada Qomarudin yang Non Muslim itu berdasarkan ilmu dan prinsip keadilan yang bel;iau dalami agama seharusnya tak menghalani orang untuk berbuat adil.  Semoga Indonesia biosa lebih baik. 

Jangan lupa ya Pak Selamatkan Uang gaji pensiun kami hehe ...  ini rintihan pensiunan opegawai kecil Pak