,
BAGAIMANA PULA NASIB LANSIA
HIRUK PIKUK untuk memfasilitasi pejalan kaki dan pengendara sepeda di Ibuka Jakarta saja sempat memperlihatkan ketidak sepahaman diantara Pemimpin seperti berlomba untuk tidak memiliki kepada Lansia yang lemah dan juga sekaligus miskin. Seolah mereka tak mempercayai bahwa pada suatu saat mereka akan tua, mungkin mereka akan lemah dan banyak diantara sesama yang bernasib miskin. Sehingga mereka yakin harus bergelap mata karena tidak seka dengan sesuatu yang bertentangan dengan keperluan subjektif politik secara kuran fair. Di Negra Ngara maju fasilitas pejalan kaki sangat ditamakan karena kampanya jalan kaki menjadi tren terkait dengan kesehatan dan keteraturan sementara kita dijadikan bahan untuk menganulir hasil pembangunan Fasiltas pejalan kaki di Jakarta serta merta terancam kelanggengannya, konon karena pengendara mobil mewah merasa terganggu. Terlalu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar