Sabtu, 24 September 2022

DARI KEJUTAN GAMOLAN CETIK SAMPAI KEHARUAN LUAR BIASA.

DIOERTEMUKAN GAMOLAN SAKTI 


KEMARIN SABTU, 24 September 2022 di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.  Di saat  saya sangat menikmati kehadiran digedung yang penuh kenangan itu.  Saya menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan oleh PWRI Dikbudparpora (Pendidikan Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga) banyak sekali kenang kenangan yang tekait dengan Gedung di tempat acara itu dalam ingatan saya di situ bertahun tahun saya bekerja dan bersukaria. , dia menjadi sepesial bagi saya dalam pertemuan itu. Apa kabar Kak sapa seorang pria yang nampaknya masih sangat muda atau setidaknya jauh lebih mudah Dia bila melihat form wajah kami berdua. . Dia hadir di pertemuan itu dalam rangka mendampingi tim angklung PWRI Lampung. Dia sodorkan tangannya kepada saya, Apa kabar Kak ... ? Kita satu alumni di PGA ... hah betulkah ... tanya saya heran ... nama Kakak Fachruddin kan ... ?  betul ... !. Saya mencoba memutar ingatan tapi saya gagal menyangkutkan satu ingatanpun .... Maaf siapa NamaMu ... ?  Saya Hasyim Khan ... saya tambah bingung ... oh .., Kapan kita jumpa yang terakhir kalinya ... saya coba memancing ingtan ... Memang belum pernah ketemu Kak ... saya Heran mengapa dia seakrab ini. Saya Angkatan 81 di PGA Kak ... Saya Angakatan 74 kata saya ... kami seperti gagal menyatukan ingatan ...  Ok terima kasih sudah mengingatkan ... Hasyim Khan ... nampak kecewa dengan respon  dan ucapan  saya. Nampak dia kecewa sekali karena saya dianggap dingin.

Saya membutuhkan beberapa menit untuk menyegarkan igatan saya himgga 20 tahun yang lalu, Alhamdulillah ...  waktu tim angklung dan cetik (nama alat musik yang dibawa oleh Tim) ... saya berteriak keras dalam hati ....  segera saya yemua dan dan saya salami tangannya erat erat ... Kamu Hasim Gamol kan ... ?   Saya lihar wajahnya sangat gembira dan cerah sekali  Ya ... saya Hasim Camol ... katanya Kami berdua berjabatan lagi. Lalu ia bercerita bahwa Ia diminta mendampingi Ibu Ibu PWRI iuni. Saya mengucapkan terima kasih ... atas partiosipasinya. Dan memintanya untuk bersabar bila Ibu Ibu kami lambat dalam menangkap maksud Hasyim Gamol ... yang sabar ya ... kata saya ... penuh haru dalam pertemuan yang tak disangka sangka itu. 

Saya baru tahu tahu jika kami satu Abituren ... kami lulusan dari sekolah yang sama. Jika tak silap memang dalam akun youtube atau aku facebook identitas saya memang saya lengkapi dengan pendidikan, bisa jadi iseng iseng  Hasyim membaca identitas saya sehingga beliau tahu saya abituren sekolah apa, yang ternyata kami sama. 

Tapi saya baru ingat bahwa Hasyim Gamol itu bagi saya adalah Spesial, nama Gamol dia lekatkan di Kebesaran namanya, dan secara pribadi memang sitilah gamol lebih dahulu melekat diingatan saya ketimbang Cetik, walaupun sama. tetapi Gamol lebih dahulu saya kenal. Seorang seniman Bali mencoba mengurai musik Gamoil atau Cetik ini, sehingga musik tabuh khas Lampung ini bisa dibaca notasinya. 

Pada saat itulah Hasyim Gamol memviralkan sebuah lagu rakyat yang kita kenal sebagai Gamolan Sakti. Saya demikian berbunga bungan mendengar lagu Gamol Sakti itu, karena memngingatkan  masa kecil saya, Mengingatkan saya dengan seorang sahabat kecil, anak kesayangan keluarga besarnya.  Namanya dilekatkan dengan Lagu, sepertinya lagu itu adalah lagu wajib. Saya tidak tahu apa judul lagu itu, tetapi saya sangat ingat dengan irama dan   pootongan liriknya.  Lagu  Gamolan Sakti itu. 

Patangan lirik lagu Gamolan Sakti bagi saya adalah sangat  saya terkait dengan seorang sahabat saya waktu klecil dahulu, namanya Roaini, Neneknya atau Tamongnya adalah seorang Wanita dari Keluarga besar Prenong, Prenong adalah salah Satu Kebuayan dari Paksi Pak Sekala Berak dahulu komunitas ini tinggal di Sekitar Lampung Barat.  Saya lahit tahun  1954 dan sangat akrab  dengan ptongan lagu dan itu  adalah sekaligus sebagai pesebaran penduduk selalu saja dalam proses yang selalu  hidup.

 


Dahulu lagu itu ditujukan bagi Sang Nenek, Lalu menurun ke Ibunya, dan pada masa kami masih Balita maka lagu Gamolan Sakti nampaknya ditujukan bagi Sang Cucu atau Umpu, dan Sang Cucu adalag Generasi yang seusia kami. Keluarga Prenong memang memiliki tradisi untuk mempopulerkan keluarganya  dari Jenis Wanita  Ketika  Lagu ditujukan Untuk Sangh Cucu yang kebetulan kami Sebaya. Maka beginilah bunyi dan liriknya : 

        Nak Ninak ... Ni Nak Ni Gung Gamolan Haji Suhay ... 
        Wat Mulli  ... Jak Gedung ... Yaddo Tamong Ni Roai.

 DOA UNTUK KELUARGA ROOFIAH

 karena Dia adalah adik Kandung dari Seorang Teman kami berdua selalu bersama mulai dari SLTP  hingga SLTA bahkan juga waktu kuliah, walaupun beda Fakultas. Adiuknya bercerita bahwa suaminya telah tiada, dia mohon dorongan doa untuk almarhum, yang meninggalkan keluarga secara tiba tiba, justeru pada saat mereka ngobrol santai berdua, saya sangat terharu mendengarnya hingga tak mampu saya membendung airmata saya, dan tak sepatah kata mampu saya ucapkan beberapa kali dia bicara tolong maafkan dan doakan, sayapun hanya bisa menggangguk angguk saja, untuk saya mengenakan masker ... masker saya  raeuik ke atas hamir penutupi mata saya, namun air mata saya semakin deras ... beberapa kali saya tersedak .. sehingga tak sepatah katapun mampu saya ucap. Sem,oga Almarhum diampuni dosanya, dan dilipatgandakan ganjanran amalan kebajikan sehingga 

maap .... tulisan ini belum selesai.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar